
ThePhrase.id - Mantan pentolan Partai NasDem Rusdi Masse Mappasessu (RMS) resmi hijrah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rusdi dinilai Jokowi-nya Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni. Baginya, Rusdi sebagai tokoh yang banyak bekerja.
"Bang RMS ini adalah tokoh yang luar biasa, ya. Kita lihat beliau ini saya kira Jokowi-nya Sulawesi Selatan," kata Raja Juli usai pembukaan Rakernas PSI di Makassar, Kamis (29/1).
Menurut Raja Juli, RMS memiliki kepribadian yang hampir sama dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dinilai akan memberi manfaat bagi PSI.
"Tipikalnya tidak banyak bicara tapi banyak bekerja. Dan energi positif itu yang insyaallah tidak hanya akan bermanfaat untuk Sulawesi Selatan, tapi untuk Indonesia," ujarnya.
Rusdi resmi dinyatakan sebagai kader PSI usai diumumkan secara langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu disebut akan didapuk sebagai pengurus pusat PSI. Namun, Raja Juli belum membeberkan jabatan apa yang akan diberikan ke Rusdi.
"Insyallah Pak RMS akan ditempatkan pada struktur yang paling baik, paling terhormat di DPP PSI," tuturnya.
Di sisi lain, Rusdi berharap bergabungnya ke PSI dapat memberi dampak besar bagi partai berlambang gajah itu.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran saya bisa berbuat banyak untuk bagaimana PSI jauh lebih bagus daripada yang pernah saya lalui," kata Rusdi dalam sambutannya.
Dia mengungkapkan tujuan bergabungnya ke PSI tidak lain karena hanya ingin memenangkan PSI pada pemilu 2029 mendatang. Dia juga menargetkan PSI meraih lima kursi di DPR.
"Tentu kan lima kursi, dengan cara memperoleh itu kan tentu bagaimana bekerja, berjuang untuk keinginan masyarakat," terangnya.
Pengalaman dalam memenangkan partai lamanya, NasDem di wilayah itu dianggap menjadi modal utama dalam memenangkan PSI.
"Masa masih tanya sama saya, saya sudah buktikan menjadi pemenang kok di Sulsel. Yang kamu tahu Sulsel punya siapa," sargahnya.
Namun, dia menegaskan bahwa upaya memenangkan PSI di Sulsel tidak dilakukan dengana cara mencaplok kader partai lain.
"Ndak ada, kita enggak berniat mengambil tempat siapa pun. Tetapi bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa inilah supaya mereka menjatuhkan pilihannya," tandasnya. (M Hafid)