sportPiala Dunia 2026

Respek atau Aneh? Pemain Ini Malah Menolak Bermain di Piala Dunia 2026, Alasannya Bikin Terkejut

Penulis Ahmad Haidir
May 25, 2026
Odsonne Edouard menolak dinaturalisasi Timnas Haiti untuk Piala Dunia 2026. Foto Instagram Odsonne Edouard.
Odsonne Edouard menolak dinaturalisasi Timnas Haiti untuk Piala Dunia 2026. Foto Instagram Odsonne Edouard.

Thephrase.id - Odsonne Édouard memilih langkah yang berbeda ketika banyak pemain modern justru memanfaatkan peluang pergantian kewarganegaraan demi bermain di turnamen besar.

Sebaliknya, penyerang milik RC Lens itu menolak kesempatan memperkuat Timnas Haiti pada Piala Dunia 2026 meski tempat di skuad hampir dipastikan tersedia untuknya.

Pemain berusia 28 tahun itu sebenarnya memiliki garis keturunan Haiti dari kedua orang tuanya, sehingga Federasi Sepak Bola Negara Karibia tersebut membuka peluang bagi Édouard.

Akan tetapi, mantan penyerang Paris Saint-Germain (PSG) dan Glasgow Celtic itu tersebut memilih untuk tidak mengambil tawaran dari Timnas Haiti.

Keputusan itu menjadi perhatian karena Timnas Haiti baru saja memastikan diri tampil untuk kedua kalinya sepanjang sejarah Piala Dunia setelah terakhir kali bermain pada edisi 1974.

Timnas Haiti kini masuk ke Grup C bersama Timnas Brasil, Timnas Maroko, dan Timnas Skotlandia dalam salah satu grup paling berat di putaran final Piala Dunia 2026.

"Saya tidak merasa pantas bermain di Piala Dunia ini karena para pemain tersebut sudah berjuang untuk lolos dan saya tidak ingin datang di saat terakhir hanya untuk memanfaatkan kesempatan tampil di Piala Dunia," tegas Édouard.

"Jika saya ingin bermain di sana, maka saya harus mendapatkannya dengan usaha sendiri," lanjutnya.

Pernyataan itu menjadi alasan utama mengapa Édouard memilih menolak tawaran tersebut karena ia merasa tidak pantas mengambil tempat pemain lain yang sudah melewati seluruh perjuangan panjang pada kualifikasi bersama Timnas Haiti.

Di tengah tren pemain internasional yang sering berpindah asosiasi demi memperbesar peluang tampil di turnamen elite, sikap Édouard justru dipandang berbeda karena ia memilih menjaga keseimbangan ruang ganti dan menghormati kerja keras skuad yang sudah membawa Timnas Haiti lolos ke putaran final.

Kendati demikian, penyerang yang pernah tampil lebih dari 100 kali di Liga Inggris bersama Crystal Palace dan Leicester City itu belum sepenuhnya menutup peluang memperkuat Timnas Prancis di level senior setelah sebelumnya tampil menonjol bersama kelompok usia muda Les Bleus.

Édouard sempat menjadi top skor ketika Prancis menjuarai Euro U-17 2015 dengan delapan gol, termasuk tiga gol di partai final, tetapi hingga kini belum pernah mendapatkan penampilan bersama Timnas Prancis.

Apabila menerima pinangan Haiti, maka masa depan internasional Édouard otomatis akan terikat permanen dengan negara tersebut dan menutup seluruh peluang apabila sewaktu-waktu dirinya dipanggil Timnas Prancis.

Di level klub, musim Édouard bersama Lens berjalan cukup impresif setelah mencetak 14 gol dari 36 pertandingan di seluruh kompetisi sekaligus membantu klub itu menjuarai Coupe de France seusai menang 3-1 atas OGC Nice pada final.

Penyerang kelahiran Kourou tersebut juga ikut membawa Lens finis di posisi kedua Ligue 1 sehingga klub Prancis itu memastikan tiket menuju Liga Champions musim depan di tengah persaingan ketat papan atas sepak bola Prancis. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic