lifestyleMovie and Review

Review Bridgerton Season 4: Salah Satu Musim Terbaik

Penulis Nadira Sekar
Mar 06, 2026
Foto: Yerin Ha sebagai Sophie Baek dan Luke Thompson sebagai Benedict Bridgerton dalam Bridgerton Season 4 (dok. Netflix/Liam Daniel)
Foto: Yerin Ha sebagai Sophie Baek dan Luke Thompson sebagai Benedict Bridgerton dalam Bridgerton Season 4 (dok. Netflix/Liam Daniel)

ThePhrase.id - Musim keempat dari Bridgerton menjadi salah satu musim terkuat dalam perjalanan serial ini. Meski banyak penggemar masih menempatkan musim kedua sebagai favorit, musim terbaru ini memberikan alasan kuat untuk disebut sebagai salah satu yang terbaik. Dengan romansa utama yang memikat, karakter yang semakin matang, serta visual mewah yang telah menjadi ciri khasnya, musim keempat menghadirkan perpaduan emosi, drama, dan pesona klasik yang memikat penonton.

Kali ini, sorotan utama tertuju pada Benedict Bridgerton yang diperankan oleh Luke Thompson. Berbeda dengan beberapa tokoh utama sebelumnya yang baru menjadi pusat cerita ketika kisah cintanya dimulai, Benedict telah hadir sejak musim pertama. Selama tiga musim, penonton telah menyaksikan perkembangan kepribadiannya serta dinamika hubungannya dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Hal ini membuat transisinya sebagai tokoh utama terasa lebih alami. Benedict tampil sebagai karakter yang menarik, memadukan idealisme romantis dengan sisi rapuh, humor, dan kehangatan yang tulus.

Kisah cintanya dengan Sophie Baek yang diperankan oleh Yerin Ha menjadi inti emosional musim ini. Sophie digambarkan sebagai karakter perempuan yang kuat dan berlapis. Meski bekerja sebagai pelayan, ia cerdas, tangguh, dan memiliki keberanian untuk membela dirinya sendiri. Kombinasi antara kelembutan dan ketegasan membuat karakternya terasa hidup. Chemistry antara Thompson dan Ha juga menjadi salah satu kekuatan terbesar musim ini. Mereka berhasil menghadirkan romansa yang terasa hangat sekaligus meyakinkan.

Namun, ada satu kekurangan yang cukup terasa, yaitu strategi perilisan musim yang dibagi menjadi dua bagian. Pembagian ini sedikit mengganggu ritme penceritaan. Paruh pertama berfokus kuat pada hubungan Benedict dan Sophie, sementara paruh kedua mulai mengalihkan perhatian pada perkembangan kisah Francesca Bridgerton yang diperankan oleh Hannah Dodd. Penampilan Hannah Dodd memang kuat dan emosional, tetapi pergeseran fokus tersebut membuat perjalanan Benedict sebagai tokoh utama terasa sedikit berkurang intensitasnya pada episode-episode akhir.

Review Bridgerton Season 4  Salah Satu Musim Terbaik
Foto: Bridgerton Season 4 (dok. Netflix/Liam Daniel)

Karakter pendukung juga kembali memperkaya cerita. Eloise Bridgerton yang diperankan oleh Claudia Jessie tetap menjadi salah satu karakter paling menarik, sekaligus membuat penonton semakin penasaran menantikan kisahnya sendiri di masa depan. Sementara itu, konflik musim ini turut diperkuat oleh kehadiran Posy, Rosamund, dan Araminta yang masing-masing diperankan oleh Isabella Wei, Michelle Mao, dan Katie Leung. Ketiganya menghadirkan dinamika konflik yang memberi warna tersendiri pada cerita.

Beberapa wajah lama juga kembali muncul melalui penampilan singkat. Jonathan Bailey dan Simone Ashley kembali hadir sebagai Anthony dan Kate Bridgerton, sementara Nicola Coughlan dan Luke Newton kembali memerankan Penelope dan Colin Bridgerton. Kehadiran mereka membantu menjaga kesinambungan dunia Bridgerton sekaligus menjadi momen yang memuaskan bagi para penonton setia.

Di sisi lain, ada satu ketidakhadiran yang cukup terasa. Kemunculan singkat Phoebe Dynevor sebagai Daphne Basset sebenarnya akan sangat relevan. Dalam musim ini, Francesca mencari jawaban tentang keintiman dan bagaimana “mencapai puncak”, sebuah alur cerita yang mengingatkan pada pengalaman Daphne di musim pertama. Kehadiran singkatnya sebagai kakak yang memberikan nasihat seharusnya bisa menambah kedalaman emosional sekaligus menghadirkan nuansa nostalgia bagi penonton.

Selain karakter dan alur cerita, serial ini juga tetap unggul dalam penyajiannya yang khas. Kostum yang rumit, desain produksi yang penuh warna, serta aransemen musik yang megah kembali menjadi daya tarik utama. Seperti musim-musim sebelumnya, interpretasi orkestra dari lagu pop modern turut membentuk atmosfer serial ini. Salah satu momen yang menonjol adalah versi klasik dari lagu 360 milik Charli XCX yang terasa menyatu dengan nuansa dunia Bridgerton.

Secara keseluruhan, musim keempat Bridgerton menghadirkan babak baru yang memuaskan sekaligus emosional dalam saga keluarga Bridgerton. Dengan romansa utama yang kuat, penampilan akting yang solid, serta produksi mewah yang telah menjadi identitas serial ini sejak awal, musim ini layak mendapatkan nilai 9 dari 10. Bagi penonton yang menyukai kisah romansa dengan sentuhan drama klasik, musim ini menjadi tontonan yang sangat layak untuk dinantikan. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic