lifestyleMovie and Review

Review Film ‘The Love Hypothesis’: Cukup Menyenangkan, Tapi Kehilangan Pesona Novelnya

Penulis Nadira Sekar
Sep 26, 2026
Foto: Lili Reinhart sebagai Olive Smith dan Tom Bateman sebagai Dr. Adam Carlsen dalam ‘The Love Hypothesis’ (dok. Amazon Prime)
Foto: Lili Reinhart sebagai Olive Smith dan Tom Bateman sebagai Dr. Adam Carlsen dalam ‘The Love Hypothesis’ (dok. Amazon Prime)

ThePhrase.id - Adaptasi film dari novel populer karya Ali Hazelwood, ‘The Love Hypothesis’, akhirnya tayang di Prime Video pada 23 September 2026. Film ini dibintangi Lili Reinhart sebagai Olive Smith dan Tom Bateman sebagai Dr. Adam Carlsen.

Sebagai pembaca novelnya, ada satu hal yang cukup terasa setelah menonton film ini. ‘The Love Hypothesis’ sebenarnya bukan film yang buruk. Justru, jika dilihat sebagai film yang berdiri sendiri, rom-com ini cukup menyenangkan. Hanya saja, ada bagian penting dari pesona novel yang terasa hilang ketika kisah Olive dan Adam dipindahkan ke layar.

Premis fake dating yang menjadi inti cerita masih menarik. Ceritanya mudah diikuti, konfliknya tidak terlalu berat, dan durasinya sekitar 1 jam 50 menit membuat film ini terasa ringan. Namun, masalah mulai terasa ketika hubungan Olive dan Adam berkembang terlalu cepat.

Dalam novel, hubungan keduanya dibangun secara perlahan. Adam bahkan telah memendam perasaan kepada Olive selama tiga tahun. Detail tersebut menjadi bagian penting dari dinamika hubungan mereka karena membuat banyak interaksi kecil di antara keduanya memiliki makna yang berbeda.

Film justru memangkas sebagian besar proses tersebut. Hubungan Olive dan Adam yang dalam novel berkembang melalui berbagai percakapan, pertemuan, dan momen-momen kecil diringkas menjadi kira-kira satu bulan. Akibatnya, perubahan mereka dari pasangan pura-pura menjadi pasangan sungguhan terasa cukup mendadak.

Padahal, salah satu daya tarik terbesar novel ‘The Love Hypothesis’ justru terletak pada proses tersebut. Ada rasa geli, malu-malu, hingga momen butterflies yang membuat hubungan Olive dan Adam terasa seru untuk diikuti. Ketika proses itu dipadatkan, romansa yang seharusnya menjadi pusat cerita justru terasa kurang kuat.

Review Film    The Love Hypothesis     Cukup Menyenangkan  Tapi Kehilangan Pesona Novelnya
Foto: Lili Reinhart sebagai Olive Smith dan Tom Bateman sebagai Dr. Adam Carlsen dalam ‘The Love Hypothesis’ (dok. Amazon Prime)

Beberapa pilihan penyuntingan dan musik juga membuat film ini terkadang terasa tidak konsisten. Salah satunya adalah penggunaan musik dramatis ala ‘Star Wars’ ketika Adam memasuki ruangan. Lelucon semacam ini sebenarnya bisa menjadi elemen yang menyenangkan jika digunakan secara konsisten. Namun, karena muncul sesekali, beberapa di antaranya justru terasa agak random.

Hal serupa juga terjadi pada sejumlah dialog. Beberapa kalimat yang terasa manis atau menggoda ketika dibaca di novel terdengar jauh lebih canggung ketika diucapkan secara langsung. Salah satunya adalah “You're edible, Olive”. Sebagai dialog dalam novel romance, kalimat tersebut mungkin masih terasa seperti godaan khas Adam. Namun, ketika diucapkan secara langsung, efeknya justru terasa agak sulit diterima.

Meski demikian, Lili Reinhart tampil cukup baik sebagai Olive. Ia terasa natural dan mampu menjaga karakter tersebut tetap hidup meski film terkadang terasa kaku. Tom Bateman, di sisi lain, cukup terbatas oleh penulisan karakter Adam yang terlalu sering menempatkannya dalam pembawaan datar dan kaku. Akibatnya, sisi romantis Adam tidak selalu muncul secara natural.

Hal tersebut kemudian berpengaruh pada chemistry keduanya. Ini cukup disayangkan karena Reinhart dan Bateman justru terlihat memiliki chemistry yang menyenangkan dalam wawancara maupun penampilan mereka di luar film. Di layar, chemistry tersebut tidak selalu mendapatkan ruang untuk berkembang karena hubungan Olive dan Adam sendiri bergerak terlalu cepat.

Meski begitu, ‘The Love Hypothesis’ tetap bisa dinikmati sebagai filmnya sendiri. Penonton yang belum pernah membaca novelnya kemungkinan akan mendapatkan rom-com ringan dengan premis yang menarik dan cerita yang mudah diikuti. 

‘The Love Hypothesis’ telah tayang mulai 23 September 2026 dan dapat disaksikan di layanan streaming Prime Video. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic