lifestyleMovie and Review

Review Masters of the Universe: Petualangan He-Man yang Seru, Kocak, dan Penuh Nostalgia

Penulis Nadira Sekar
Jun 13, 2026
Foto: Masters of the Universe (Instagram/@mastersmovie)
Foto: Masters of the Universe (Instagram/@mastersmovie)

ThePhrase.id - Setelah penantian panjang, Masters of the Universe akhirnya hadir dalam versi live-action yang membawa kembali dunia Eternia ke layar lebar. Film ini tidak hanya berusaha menghidupkan legenda He-Man untuk generasi baru, tetapi juga menghadirkan sentuhan nostalgia yang kuat bagi mereka yang tumbuh bersama waralaba ikonis tersebut.

Film ini mengikuti kisah Prince Adam yang terdampar di Bumi saat masih berusia 10 tahun setelah terpisah dari Power Sword, pedang sakti yang menjadi satu-satunya penghubung dengan kampung halamannya di Eternia. Hampir dua dekade kemudian, Adam akhirnya menemukan kembali pedang tersebut dan kembali ke Eternia untuk menghadapi ancaman besar dari Skeletor. Dalam perjalanan itu, ia harus menghadapi masa lalunya sekaligus menerima takdir sebagai He-Man, sosok yang dikenal sebagai manusia terkuat di alam semesta.

Salah satu hal yang membuat Masters of the Universe mudah dinikmati adalah cara film ini memperkenalkan dunianya. Cerita disusun dengan cukup sederhana sehingga penonton yang belum pernah mengenal He-Man tetap dapat mengikuti alur, memahami konflik utama, dan mengenal para karakternya tanpa merasa kebingungan.

Di pusat cerita, Nicholas Galitzine tampil memukau sebagai Prince Adam. Ia membawa pesona yang membuat karakternya terasa hangat, heroik, sekaligus mudah disukai. Perjalanan Adam dari sosok yang masih mencari jati diri hingga menerima perannya sebagai pahlawan menjadi salah satu elemen yang membuat film ini tetap menarik diikuti dari awal hingga akhir.

Meski demikian, transformasi Adam menjadi He-Man terasa tidak terlalu memberikan kejutan besar. Sejak awal film, Galitzine sudah tampil dengan fisik yang gagah dan atletis, sehingga perubahan yang terjadi saat ia memegang kekuatan He-Man tidak menghadirkan kontras yang terlalu signifikan. Namun, hal tersebut bukanlah masalah besar karena film tetap berhasil menjaga energi petualangannya sepanjang durasi.

Review Masters of the Universe  Petualangan He Man yang Seru  Kocak  dan Penuh Nostalgia
Foto: Masters of the Universe (Instagram/@mastersmovie)

Dari sisi visual, Masters of the Universe tampil memanjakan mata. New Eternia digambarkan sebagai dunia yang megah dengan perpaduan elemen fantasi klasik dan sentuhan futuristik yang menarik. Lanskapnya terasa hidup, sementara adegan-adegan aksinya dikemas dengan koreografi yang dinamis dan cukup spektakuler untuk sebuah film blockbuster fantasi.

Yang paling menarik, film ini tidak pernah malu untuk merangkul identitas unik yang telah melekat pada waralaba Masters of the Universe sejak era 1980-an. Alih-alih mencoba tampil terlalu serius atau gelap, film ini justru menikmati sisi nyentrik dan campy yang menjadi ciri khasnya. Hasilnya adalah petualangan yang terasa ringan dan menghibur.

Pendekatan tersebut juga tercermin pada karakter Skeletor. Sebagai musuh utama, ia tetap hadir sebagai ancaman yang berbahaya, tetapi di saat yang sama memiliki sisi jenaka yang membuat setiap kemunculannya terasa menghibur. Perpaduan antara humor dan ancaman inilah yang membuat dinamika antara pahlawan dan penjahat dalam film terasa hidup.

Meski beberapa momen emosional terkadang kehilangan dampaknya karena terlalu cepat disusul oleh lelucon, hal itu tidak cukup untuk mengurangi keseruan keseluruhan film. Masters of the Universe pada akhirnya berhasil menjadi tontonan fantasi yang menyenangkan, dengan aksi yang solid, visual yang memikat, serta humor yang mampu menjaga suasana tetap ringan.

Bagi penggemar lama He-Man, film ini menawarkan nostalgia yang dikemas dalam tampilan modern. Sementara bagi penonton baru, Masters of the Universe menjadi pintu masuk yang menyenangkan untuk mengenal salah satu pahlawan paling ikonis. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic