
ThePhrase.id - Setelah lama dinantikan para penggemar, Mortal Kombat II akhirnya menghadirkan elemen paling ikonis dari franchise-nya ke layar lebar, yakni turnamen Mortal Kombat itu sendiri. Sekuel ini tampil dengan skala yang lebih besar, aksi yang lebih brutal, serta deretan karakter legendaris yang membuat film terasa seperti perayaan untuk para fans game-nya.
Sebagai penonton yang hampir tidak tahu apa-apa soal dunia Mortal Kombat, awalnya kami pikir film ini bakal terasa membingungkan. Namun ternyata, Mortal Kombat II tetap bisa dinikmati sebagai film action yang seru dan penuh energi, walaupun jelas banyak elemennya dibuat khusus untuk para penggemar game-nya.
Film tidak membuang banyak waktu sebelum langsung melempar para karakter ke berbagai pertarungan brutal yang intens. Untungnya, sebagian besar adegan aksinya berhasil tampil memuaskan. Koreografi pertarungannya terasa cepat, agresif, dan penuh energi. Bahkan tanpa memahami semua referensi maupun fan service yang disisipkan, film ini tetap terasa menyenangkan untuk diikuti.
Sayangnya, dari sisi cerita, film ini masih terasa cukup dangkal. Di beberapa bagian, film terlalu bergantung pada lore dump dan penjelasan singkat yang tidak selalu terasa emosional. Banyak karakter yang juga terasa satu dimensi dan lebih berfungsi sebagai ikon franchise dibanding karakter yang benar-benar berkembang. Kualitas akting para pemain pun terasa naik turun di beberapa momen.
Untungnya, Karl Urban sebagai Johnny Cage berhasil membawa banyak personality dan humor ke dalam film. Ia dengan mudah menjadi karakter paling menghibur di layar dan memberi energi yang lebih ringan di tengah intensitas cerita.
Selain itu, Joe Taslim juga layak mendapat sorotan sebagai Bi-Han. Sebagai penonton Indonesia, rasanya menyenangkan melihat Joe Taslim tampil begitu menonjol dalam franchise Hollywood sebesar ini dengan screen presence yang tetap kuat. Sementara itu, Adeline Rudolph tampil cukup memorable sebagai Kitana dan berhasil meninggalkan kesan di tengah banyaknya karakter yang muncul.
Pada akhirnya, Mortal Kombat II memang bukan film action dengan cerita paling rapi atau emosional. Namun film ini tetap sukses menjadi tontonan yang brutal, chaotic, dan penuh hiburan. Film ini tahu persis apa yang diinginkan penontonnya: pertarungan besar, karakter ikonis, fatality berdarah, dan aksi nonstop. Untuk para penggemar game-nya, film ini kemungkinan akan terasa jauh lebih memuaskan. Tetapi bahkan bagi penonton awam, kekacauan yang ditawarkan tetap terasa seru untuk dinikmati. [nadira]