lifestyleMovie and Review

Review XO, Kitty Season 3: Penutup yang Kurang Berkesan

Penulis Nadira Sekar
Apr 10, 2026
Foto: Anna Cathcart sebagai Kitty dan Sang Heon Lee sebagai Minho dalam XO, Kitty Season 3 (dok. Netflix/Youngsol Park)
Foto: Anna Cathcart sebagai Kitty dan Sang Heon Lee sebagai Minho dalam XO, Kitty Season 3 (dok. Netflix/Youngsol Park)

ThePhrase.id - Seharusnya perpisahan dengan “XO, Kitty” terasa emosional. Namun, Season 3 justru meninggalkan kesan datar. Jika tidak diberi tahu sebelumnya, penonton mungkin tidak akan menyadari bahwa ini adalah musim penutup karena tidak ada build up emosional yang kuat menuju akhir cerita.

Melanjutkan cliffhanger dari musim sebelumnya, alur cerita langsung bergerak cepat. Sayangnya, kecepatan ini justru menjadi salah satu masalah utama. Banyak hal terjadi dalam waktu singkat, tetapi tidak ada yang benar-benar terasa berkembang. Pacing terasa terburu-buru, dengan konflik yang datang dan selesai tanpa dampak berarti. 

Kekecewaan terbesar ada pada hubungan Kitty dan Min-ho. Sebagai penonton yang mendukung pasangan ini, dinamika mereka seharusnya menjadi pusat emosi cerita. Namun, chemistry mereka hampir tidak terasa di musim ini. Momen yang seharusnya romantis justru terasa datar, dan build up dari musim sebelumnya tidak benar-benar terbayar. Tanpa chemistry yang kuat, daya tarik utama serial ini ikut berkurang.

Perpindahan lokasi, termasuk ke Busan, sebenarnya menghadirkan visual yang segar. Namun, perubahan setting ini tidak banyak membantu perkembangan cerita. 

Review XO  Kitty Season 3  Penutup yang Kurang Berkesan
Foto: XO, Kitty Season 3 (dok. Netflix/Youngsol Park)

Konflik baru yang muncul juga terasa dipaksakan, terutama melalui karakter antagonis yang terkesan terlalu kartunis. Motivasi karakter terasa berlebihan dan sulit dianggap serius, sehingga drama yang dihadirkan kurang menggigit.

Masalah lain ada pada pemanfaatan karakter. Banyak tokoh terasa kurang mendapat porsi, padahal ini adalah musim terakhir. Ironisnya, salah satu momen yang paling menyenangkan justru kehadiran Lara Jean yang membawa nostalgia. Kehadirannya menambah kehangatan, tetapi sekaligus menyoroti betapa tidak meratanya pengembangan karakter lain.

Secara keseluruhan, Season 3 terasa seperti kesempatan yang terlewatkan. Bukan musim yang sepenuhnya buruk, tetapi sulit untuk tidak merasa sedikit kecewa. Cerita memang ditutup, namun tanpa dampak emosional yang kuat. Bagi penonton setia, musim ini mungkin tetap layak ditonton untuk mengetahui akhir perjalanan Kitty. Namun, alih-alih perpisahan yang berkesan, “XO, Kitty” menutup ceritanya dengan farewell yang terasa biasa saja. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic