trending

RI Kirim 780 Personel TNI ke UNIFIL, Pemerintah Pastikan Tarik Pasukan jika Kondisi Tak Kondusif

Penulis Rangga Bijak Aditya
May 14, 2026
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. (Foto: Instagram/sugiono_56)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. (Foto: Instagram/sugiono_56)

ThePhrase.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia siap mengirim kembali 780 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melaksanakan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Sugiono menyebut keberangkatan pasukan perdamaian dari Indonesia itu akan dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026 mendatang.

“Iya, tanggal 22 (Mei) berangkat, 780 orang ke UNIFIL, Lebanon,” ujar Sugiono kepada awak media di Jakarta, Selasa (12/5) dilansir Antaranews.

Adapun pengiriman pasukan ini untuk menggantikan prajurit TNI yang sudah bertugas selama satu tahun dalam misi perdamaian di Lebanon, yang tengah berkonflik dengan Israel.

Sugiono juga menyoroti gugurnya empat personel TNI di UNIFIL beberapa waktu lalu. Ia menyatakan bahwa Indonesia telah melaporkan kasus tersebut pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan menunggu hasil investigasi.

Ia kemudian menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus mendorong akuntabilitas mengenai penanganan kasus itu.

Lebih lanjut, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengungkapkan bahwa pasukan TNI di Lebanon nantinya dapat ditarik kembali apabila situasi keamanan di wilayah tersebut semakin tidak kondusif dan UNIFIL tidak lagi mampu memberikan perlindungan maksimal kepada prajurit Indonesia.

“Apabila mandat UNIFIL tidak lagi mampu memberikan perlindungan bagi personel pemelihara perdamaian, maka penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan,” ujar Kepala Biro Humas dan Data Informasi (Karo Humas Datin) Kemenko Polkam, Honi Havana dalam keterangannya.

Faktor Pendukung Pengiriman Pasukan

Honi menekankan, keselamatan prajurit TNI menjadi prioritas utama pemerintah yang tidak dapat ditawar. Meski demikian, ia menilai pengiriman pasukan ke Lebanon hingga saat ini masih relevan dan layak dilakukan, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor pendukung.

Faktor pertama, pemerintah secara rutin menerima laporan terkini dari TNI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut, Lebanon mengenai perkembangan situasi keamanan di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi konflik, termasuk langkah mitigasi yang sudah dipersiapkan kedua pihak dalam mengantisipasi ancaman terhadap keselamatan personel TNI.

Kedua, pemerintah memiliki opsi untuk memindahkan pasukan dari satu lokasi penugasan ke lokasi lain yang dianggap lebih aman sesuai kondisi di lapangan.

Terakhir, pemerintah berpegang pada komitmen PBB untuk menjalankan investigasi secara transparan dan independen terhadap setiap insiden yang mengancam keamanan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic