leader

Riri Riza, Bawa Memori Masa Kecil Lewat Petualangan Sherina 2

Penulis Firda Ayu
Oct 08, 2023
(Foto: instagram.com/rizariri)
(Foto: instagram.com/rizariri)

ThePhrase.id - Nama Riri Riza sebagai sutradara kondang di Indonesia naik bersamaan dengan populernya film Petualangan Sherina 2 yang baru saja tayang di bioskop pada 28 September lalu.

Siapakah Riri Riza dan bagaimana kiprahnya di dunia perfilman Indonesia? 

Riri Riza lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2 Oktober 1970. Ia merupakan lulusan SMA Labschool Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta di Fakultas Film dan Televisi. Setelah itu, Riri yang ingin memperdalam pengetahuannya tentang film kemudian mengambil program penulisan skenario di Royal Holloway, University of London.

Dilansir pikiran rakyat, saat Riri masih kuliah ia mendapatkan tugas membuat film pendek sebagai tugas akhirnya berjudul Sonata Kampung Bata. Film ini berhasil ditayangkan di berbagai festival di Asia, Eropa, hingga Amerika bahkan meraih penghargaan pada festival film pendek di Oberhausen, Jerman.

Riri Riza  Bawa Memori Masa Kecil Lewat Petualangan Sherina 2
(Foto: instagram.com/rizariri)

Kiprah Riri dalam dunia perfilman Indonesia dimulai saat ia mendirikan Miles Films di tahun 1995 bersama Mira Lesmana. Film pertama yang mereka produksi berjudul Kuldesak yang diproduksi pada tahun 1996 dan dirilis pada tahun 1998Pada film debutnya ini, Riri menjadi produser dan penulis skenario.

Kuldesak ditayangkan premier di International Film Festival di Rotterdam tahun 1999 dan berhasil meraih nominasi Silver Screen Award - Best Asian Feature Film pada Singapore International Film Festival. Bahkan, Riri juga berhasil memenangkan penghargaan Sutradara Penuh Harapan dalam Festival Film Bandung di tahun 1999.

Di tengah suasana perfilman Indonesia yang tengah mati suri di tahun 90-an, film produksi Riri Riza berhasil menjadi angin segar. Salah satu gebrakannya adalah saat ia memproduksi film Petualangan Sherina pada tahun 2000 yang menjadi film pembawa keluarga Indonesia kembali ke bioskop. 

Riri Riza berhasil menghasilkan film anak-anak dan menggandeng generasi anak-anak sebagai generasi baru penonton film Indonesia di layar lebar. Hanya dalam waktu 2 minggu, Petualangan Sherina berhasil tembus 350 ribu penonton yang merupakan angka bombastis karena jumlah bioskop yang masih sedikit di awal tahun 2000.

Riri Riza  Bawa Memori Masa Kecil Lewat Petualangan Sherina 2
(Foto: instagram.com/rizariri)

Film Petualangan Sherina membawa popularitas Riri sebagai sutradara dan mengokohkan posisinya di industri perfilman tanah air. Tak berhenti berkarya, Riri Riza berhasil menghasilkan berbagai karya moncer, seperti Ada Apa dengan Cinta? (2002), Eliana, Eliana (2002), hingga 3 Hari untuk Selamanya (2007).  

Saking suksesnya, Petualangan Sherina dan Ada Apa dengan Cinta? bahkan disebut sebagai penanda kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Kedua film tersebut tak jauh dari kiprah Riri Riza sebagai sutradara dan produser.

Film lain karya Riri Riza yang tak kalah sukses adalah Laskar Pelangi yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata. Film ini menceritakan tentang Ikal, anak asli Belitong yang berusaha keras mengejar mimpinya dengan bersekolah di salah satu SD yang hampir roboh.

Laskar Pelangi mencetak rekor menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 4,6 juta penonton. Kesuksesan ini membawa Riri kembali memproduksi film adaptasi dari novel Andrea Hirata, yaitu Sang Pemimpi di tahun 2009. 

Film ini menjadi film pembuka pada Jakarta International Film Festival dan berhasil menjadi film Indonesia terlaris kedua pada tahun 2009 dengan 1,9 juta penonton. Sang Pemimpi juga berhasil membawa Riri Riza meraih penghargaan Naskah Terbaik dari The Isfahan International Film Festival of Children and Young Adults di tahun 2011.

Riri juga makin aktif menghasilkan beberapa karya-karya ternama, mulai dari Sokola Rimba (2013), Ada Apa dengan Cinta? 2 (2016), Athirah (2016), Bebas (2019), hingga Paranoia (2021).

Sepanjang kariernya, ia empat kali dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik dari Festival Film Indonesia, yaitu pada 2004, 2005, 2014, dan 2016. Ia berhasil memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik ini di tahun 2016 melalui film Athirah (2016), yang merupakan film semi-biografi dari Athirah Kalla, ibunda dari Jusuf Kalla. 

Selain itu, Riri juga kerap dinominasikan pada kategori Penulis Skenario atau Skenario Adaptasi Terbaik dan berhasil memenangkan tiga penghargaan Skenario Adaptasi Terbaik dari film Eliana, Eliana, Sokola Rimba, serta Athirah.  

Kini, Riri berhasil membawa penggemar filmnya untuk bernostalgia bersama melalui film Petualangan Sherina 2 yang kembali dibintangi oleh Sherina Munaf dan Derby Romero. Film ini seolah membawa penonton untuk kembali mengingat masa kecil mereka saat dahulu menonton Petualangan Sherina di awal tahun 2000-an.

Petualangan Sherina 2 menjadi salah satu karya sukses Riri Riza dengan total penonton di hari pertama penayangan terbanyak di Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 256.286 penonton. 

“Terimakasih om Riri, sudah membangkitkan memori indah masa kecilku. akan kuteruskan hingga anak cucu ku kelak. dan semoga akan ada petualangan sherina selanjutnya ❤,” komentar salah satu penonton Petualangan Sherina 2 pada instagram Riri Riza, @riririza. [fa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic