trending

Said Didu Beberkan Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh “Oposisi”, Ini Poin-poinnya

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 02, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/kemensetneg.ri)
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/kemensetneg.ri)

ThePhrase.id - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu membeberkan beberapa poin penting hasil dari pertemuannya, bersama sejumlah tokoh masyarakat dengan Presiden RI, Prabowo Subianto yang digelar di Kertanegara, Jakarta pada Jumat (30/1) lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 17.00 hingga 20.45 WIB tersebut, Said mengatakan bahwa Presiden mendengarkan dengan baik diskusi dan masukan-masukan terhadap banyak isu strategis, bahkan sensitif demi perbaikan bangsa ke depan.

“Kami menyepakati bahwa agenda dan program pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas, serta pemberantasan korupsi, pengembalian sumber daya alam, dan lain-lain,” ujar Said dalam keterangan melalui akun X (dulu Twitter) pribadinya, @msaid_didu pada Minggu (1/2).

Ia menyebutkan isu-isu strategis dan sensitif yang dibahas yakni terkait reformasi Kepolisian Negara RI (Polri), keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digerakkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, serta isu-isu lainnya.

Said mengungkap bahwa Presiden mempresentasikan sendiri terkait berbagai kebijakan strategis untuk perbaikan bangsa, meskipun didampingi oleh sepuluh orang staf kepercayaannya dalam pertemuan itu. 

“Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden Prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi,” imbuhnya.

Usai pertemuan, Said bersama seluruh tokoh yang hadir menegaskan sikap untuk beroposisi kepada pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan kedaulatan wilayah yang telah direbut oleh oligarki.

Tokoh Masyarakat, bukan Oposisi Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengklarifikasi bahwa pihak yang datang menemui Presiden Prabowo di Kertanegara pada Jumat lalu merupakan tokoh masyarakat, bukan pihak yang oposisi terhadap pemerintahan.

“Enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga,” ucap Prasetyo kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1) malam.

Pria yang akrab dengan sapaan Pras itu menjelaskan, Presiden bersikap terbuka bagi siapa pun yang ingin berdialog dan memberikan masukan, sekaligus menekankan bahwa seluruh program yang berjalan sejak awal masa pemerintahan Prabowo hingga saat ini berorientasi atas kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Adapun Pras memastikan tidak ada tokoh dari kalangan ketua umum partai politik yang ikut menghadiri pertemuan tersebut. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic