religion

Salah Paham, Puasa Sebelum Shalat Iduladha

Penulis Zuhri Ibrahim
May 25, 2026
Ketupat dan opor adalah menu favorit di hari raya (Dok. Freepik)
Ketupat dan opor adalah menu favorit di hari raya (Dok. Freepik)

ThePhrase.id - Dalam kalender hari besar Islam, ada dua hari raya yang waktunya tidak terpaut jauh yaitu Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha, dan masing-masing dengan keutamaannya sendiri. Idulfitri ditandai dengan saling berkunjung ke sanak keluarga untuk bermaaf-maafan, adapun Iduladha dirayakan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban.

 

Syariat menyembelih hewan kurban diikuti dengan melaksanakan sunnah-sunnah lainnya, di antaranya adalah anjuran untuk tidak makan sebelum shalat Id. Berbeda dengan Hari Raya Idulfitri yang disunnahkan untuk makan sebelum melaksanakan shalat Id, sebagai penanda selesainya puasa Ramadan.

 

Anjuran untuk tidak makan sebelum shalat Iduladha, pada hakekatnya bukanlah puasa dalam pengertian syar’i yaitu menahan diri secara total dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa, sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, akan tetapi hanya tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat Id. 

 

Tidak makan sebelum shalat Iduladha adalah semata-mata mencontoh kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam riwayat hadits dari Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya, beliau berkata:

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

 

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id pada hari Idulfitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Iduladha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘id barulah beliau menyantap hasil kurbannya.” (HR. Ahmad).

 

Namun jika seseorang tidak memiliki hewan kurban atau tidak berkurban, maka tidak mengapa makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Id. 

 

Hal ini juga ditegaskan Ibnu Hazm rahimahullah, beliau mengatakan makan sebelum shalat Iduladha boleh dan tidak dilarang.

 

وإن أكل يوم الأضحى قبل غدوه إلى المصلى فلا بأس، وإن لم يأكل حتى يأكل من أضحيته فحسن

 

Artinya: “Jika seseorang makan pada hari Iduladha sebelum berangkat shalat ‘id di tanah lapang (mushalla), maka tidaklah mengapa. Namun jika ia tidak makan sampai ia makan dari hasil sembelihan kurbannya, maka itu lebih baik”.  

 

Tidak Makan Bukan Berarti Puasa

 

Jadi yang dimaksud dalam penjelasan di atas adalah tidak makan untuk sementara waktu dan bukan niatan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

 

Meski dianjurkan untuk tidak makan sebelum shalat Iduladha, hal tersebut sama sekali bukan berarti berpuasa. Sebab puasa pada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha justru dilarang dan hukumnya haram berdasarkan ijma’ ulama dan kaum Muslimin. 

 

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang keharaman berpuasa di dua hari raya:

 

أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ

 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari raya, yaitu pada hari raya Idulfiri dan hari nahr (hari raya Iduladha)”. (HR. Muslim).

 

Hikmahnya 

 

  • Agar hewan kurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat Id. 
  • Agar makanan pertama yang masuk ke dalam perut di hari itu adalah daging kurbannya sendiri yang tentunya memiliki nilai ibadah dan penuh berkah.

 

(Z. Ibrahim)

 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic