
Thephrase.id - Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, bersama sejumlah jajaran direksi klub memutuskan untuk memberikan kursi kepada suporter lanjut usia menjelang pertandingan bersejarah Como di Liga Champions 2026-2027.
Como akan menjalani debutnya di kompetisi antarklub Eropa tersebut dengan menjamu RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Kamis, 10 September 2026 dengan pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 waktu setempat.
Kesempatan turun di Liga Champions didapat Como setelah mengakhiri kompetisi Serie A musim lalu di posisi keempat, sekaligus mencatatkan pencapaian tertinggi dalam 119 tahun sejarah klub.
Pencapaian tersebut diraih Como pada musim pertama bersama mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona, Cesc Fabregas, yang membawa klub asal Italia itu menembus empat besar Serie A.
Antusiasme suporter terhadap pertandingan perdana Como di Liga Champions ternyata jauh lebih besar dibandingkan jumlah tiket yang tersedia, terlebih Stadio Giuseppe Sinigaglia hanya memiliki kapasitas sekitar 12.000 penonton.
Jumlah kapasitas tersebut bahkan harus kembali dikurangi sekitar 1.000 kursi karena adanya kebutuhan operasional dan siaran televisi yang ditetapkan UEFA, sehingga ruang bagi penonton dalam pertandingan bersejarah tersebut menjadi semakin terbatas.
Setelah seluruh tiket dinyatakan terjual, Mirwan mengumumkan melalui akun Instagram pribadinya bahwa dirinya bersama sejumlah petinggi Como memilih untuk tidak menggunakan kursi agar dapat diberikan kepada suporter yang telah mengikuti perjalanan klub selama puluhan tahun.

"Dengan kapasitas yang berkurang dan jumlah tiket yang tersedia terbatas, sayangnya kami tidak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir," tulis Mirwan.
"Namun, beberapa eksekutif klub dan saya telah memutuskan untuk memberikan kursi kami untuk pertandingan ini," lanjutnya.
"Kami ingin kursi-kursi tersebut diberikan kepada suporter yang telah menunggu paling lama, yakni penggemar yang lahir pada 1950 atau sebelumnya, yang telah mengikuti Como melalui setiap divisi dan setiap era," sambung Mirwan.
"Kami akan merasa terhormat untuk memberikan kursi kami kepada mereka," tuturnya.
Perjalanan Como menuju Liga Champions menjadi pencapaian besar setelah klub asal Lombardy tersebut bangkit dari kompetisi level bawah dan sempat mengalami dua kali kebangkrutan dalam dua dekade terakhir.
Como kembali ke Serie A pada 2024 setelah menunggu selama 21 tahun, sekaligus mencatatkan promosi ketiga dalam kurun waktu enam musim sebelum kemudian finis di posisi ke-10 pada musim pertama mereka kembali ke kasta tertinggi Italia.
Pada musim berikutnya, Fabregas membawa Como finis di posisi keempat Serie A dan mengamankan tiket ke Liga Champions, sebelum memulai perjalanan Eropa dengan menghadapi RB Leipzig dan selanjutnya bertemu Feyenoord, Manchester United, Lens, AEK Athens, Real Betis, Paris Saint-Germain (PSG), serta Barcelona.