trending

Satu Lagi Anggota UNIFIL dari Indonesia Gugur: Total 4 TNI Wafat, Indonesia Desak PBB Investigasi Menyeluruh

Penulis Rangga Bijak Aditya
Apr 27, 2026
Upacara penghormatan kepada Almarhum Praka Rico Pramudia, prajurit TNI anggota UNIFIL yang gugur dalam melaksanakan tugas perdamaian dunia di Lebanon, Minggu (26/04/26) waktu setempat. (Foto: X/UNIFIL)
Upacara penghormatan kepada Almarhum Praka Rico Pramudia, prajurit TNI anggota UNIFIL yang gugur dalam melaksanakan tugas perdamaian dunia di Lebanon, Minggu (26/04/26) waktu setempat. (Foto: X/UNIFIL)

ThePhrase.id - Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait wafatnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela dalam keterangannya menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras serangan yang dilakukan Israel hingga menyebabkan gugurnya prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia.

Pemerintah menilai bahwa keselamatan personel misi perdamaian PBB adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” ujar Nabyl pada Sabtu (25/4) dikutip Antaranews.

Ia turut menyampaikan bahwa pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Almarhum Praka Rico yang gugur dalam menjalankan tugas perdamaian dunia itu.

“Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” jelas Nabyl.

Saat ini, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan UNIFIL guna memastikan proses pemulangan jenazah dilakukan dengan cepat dan penuh penghormatan.

Wafat setelah Dirawat Hampir Satu Bulan

Sebelumnya, UNIFIL melalui platform X resminya (@UNIFIL), mengumumkan bahwa Praka Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut.

Diketahui, ia mengalami luka serius akibat ledakan proyektil yang terjadi di markasnya di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026 lalu.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” demikian pernyataan UNIFIL pada Jumat (24/4).

Atas gugurnya prajurit asal Indonesia itu, pihak PBB turut menyampaikan belasungkawa. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix mengaku sangat berduka atas kehilangan tersebut.

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga, sahabat-sahabat, serta kepada TNI dan pemerintah Indonesia,” tulis Lacroix.

Total Empat TNI Anggota UNIFIL Gugur

Dengan wafatnya Praka Rico, jumlah prajurit Indonesia yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan dalam satu bulan terakhir menjadi empat orang. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia dalam insiden serangan artileri yang sama dengan Praka Rico, pada 29 Maret 2026.

Selain itu, dua prajurit lainnya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, juga gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada 30 Maret 2026. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic