
ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto menandatangani kesepakatan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Donald Trump.
Keputusan itu menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) juga turut angkat bicara.
SBY tak ingin berspekulasi lebih jauh ihwal langkah itu. Dia hanya meyakini Prabowo punya pertimbangan matang untuk memutuskan Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian.
"Kalau Indonesia bergabung dalam Board of Peace itu, tentu Presiden kita, Pak Prabowo, sudah mempertimbangkan dengan saksama," kata SBY dalam keterangannya, Minggu (25/1).
SBY juga tidak berkomentar lebih jauh soal politik luar negeri, karena dinilai masih terlalu dini. Namun, SBY memuji kehadiran Prabowo dalam pertemuan Worlf Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Baginya, kehadiran Prabowo dalam acara itu menandakan Indonesia sebagai negara yang aktif di tengah krisis yang melanda berbagai negara yang berpotensi terpecahnya perang dunia ketiga.
"Kalau Presiden kita hadir, tentu terlibat untuk mencari solusi dan memikirkan sesuatu untuk kebaikan dunia kita. Ingat, sejak Presiden Soekarno, Indonesia itu aktif. Konstitusi kita juga mengatakan demikian. Jadi melegakan Presiden kita hadir dan mengambil bagian dalam perhelatan di Davos tersebut," ucapnya.
Di sisi lain, JK menyoroti absennya perwakilan masyarakat Gaza dalam organisasi baru berupa Dewan Perdamaian. Baginya, tak cukup jika hanya melibatkan negara-negara besar.
"Kalau ingin memperbaiki kampung orang, tentu orang kampung itu sendiri harus terlibat. Jangan sampai yang berdamai justru tidak melibatkan masyarakat yang terdampak langsung," kata JK, Minggu, (25/1).
JK juga menegaskan agar Indonesia perlu mendorong organisasi itu tidak bersifat elitis.
"Indonesia perlu mendorong keterlibatan masyarakat setempat. Jangan hanya negara-negara besar yang menentukan, tetapi juga warga di wilayah konflik harus dilibatkan dalam membangun dan mendamaikan negaranya sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia resmi bergabung Dewan Perdamaian bentukan Trump pada Kamis (22/1) pekan lalu.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, pembentukan Board of Peace lahir dari tekad bersama komunitas internasional secara lebih konkret guna mencapai perdamaian yang bersifat permanen di Gaza.
Keputusan tersebut juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.
Menlu mengungkapkan bahwa sejumlah negara sepakat untuk bergabung, antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.
"Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace," kata dia.
Delapan negara ini meyakini keberadaan organisasi merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian Palestina.
Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan dapat memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
“Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,” tandasnya. (M Hafid)