
Thephrase.id - Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan telak Timnas Portugal atas Timnas Uzbekistan 5-0, lalu merayakan momen itu dengan menatap kamera televisi dan meneriakkan pesan penuh penegasan kepada pihak-pihak yang menilainya sebagai masalah bagi Selecao di Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 41 tahun itu tidak menutupi emosinya setelah mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia. Sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang sempat diarahkan kepadanya setelah penampilan Timnas Portugal sebelumnya.
Ronaldo sebelumnya banyak dikritik seusai Timnas Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Timnas DR Congo pada laga pembuka Grup K. Sementara sejumlah bintang dunia lain seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, Vinicius Jr, dan Harry Kane mencuri perhatian pada dua pekan awal turnamen.
Akan tetapi, Ronaldo akhirnya masuk ke panggung besar dengan cara yang meyakinkan. Ia hanya membutuhkan enam menit untuk membuka keunggulan lewat sepakan half-volley dari umpan Joao Cancelo, sebelum kembali mencetak gol melalui penyelesaian tajam setelah menerima umpan terobosan terukur dari Bruno Fernandes.
Peluang Ronaldo untuk mencetak hattrick sebenarnya terbuka pada babak pertama, tetapi sapuan Abdukodir Khusanov di garis gawang menggagalkan peluang tersebut. Mmeski para pemain Timnas Portugal terus berupaya membantunya menambah gol pada babak kedua, ia harus puas dengan dua gol.
Saat ditanya soal teriakannya setelah pertandingan, Ronaldo mengatakan, "Itu hanya agar mereka tidak lupa, 23 tahun melakukan hal seperti ini."
"Saya sangat senang, tetapi yang paling penting adalah kerja yang dilakukan tim dan kepercayaan diri yang diberikan kemenangan ini kepada kami, karena tentu saja rekor pribadi selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu membantu tim mencapai targetnya," tegas Ronaldo dilansir BBC.
"Kami harus melewati banyak rintangan sepanjang pekan ini, tetapi tim bekerja dengan sangat baik dan kami berkembang pesat, karena ini pekan yang sulit, pekan yang gelap tanpa menyentuh bola, tetapi kami menghadapinya seperti yang selalu kami lakukan karena kami percaya pada pekerjaan kami, itu sulit, tetapi kami kembali," lanjutnya.
Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, menilai Ronaldo memiliki peran penting dalam menjaga semangat tim setelah hasil imbang melawan Timnas DR Congo, terutama ketika tekanan dan kritik mulai mengarah kepada Selecao.
"Itu pekan yang sulit karena kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan dan kami berada dalam situasi yang sulit dengan kritik serta kebisingan yang sebenarnya tidak adil," ucapnya.
"Kami marah, kami muak, tetapi kami tumbuh sebagai tim, mengatasi emosi, dan mampu memberikan yang terbaik, sementara Cristiano Ronaldo menjadi kapten yang sempurna, sangat fokus, dan menggunakan pengalamannya karena ini bukan pertama kalinya ia menghadapi situasi seperti ini," sambungnya.
"Kapten kami adalah ikon, ia bermain di Piala Dunia keenamnya, ia adalah panutan yang bermain untuk tim nasional Portugal, bekerja keras setiap hari, berusaha berkembang di setiap sesi latihan, serta menunjukkan sikap luar biasa di lapangan dan di ruang ganti," tambahnya.
Selain dua gol Ronaldo, kemenangan Timnas Portugal dilengkapi tendangan bebas Nuno Mendes, gol bunuh diri kiper Timnas Uzbekistan, Abduvohid Nematov, serta gol penutup dari Rafael Leao.