religion

Sejarah Mesjid “Si Pitung” Dibangun pada Abad 17 di Pesisir Jakarta

Penulis Zuhri Ibrahim
Oct 28, 2026
Mesjid Al Alam atau dikenal dengan Mesjid Si Pitung Marunda di Jakarta Utara, merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Jakarta. (Foto: Istimewa)
Mesjid Al Alam atau dikenal dengan Mesjid Si Pitung Marunda di Jakarta Utara, merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Jakarta. (Foto: Istimewa)

ThePhrase.id - Dari sekian banyak mesjid bersejarah di pesisir Jakarta, salah satunya adalah Mesjid Al-Alam Marunda yang beralamat di Jalan Marunda Kelapa Nomor 1, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Terletak tak jauh dari pantai Jakarta. 

Begitu pengunjung hendak masuk kawasan mesjid, terdapat sebuah gapura yang bertuliskan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab dan nama Mesjid Al-Alam Marunda yang di kedua sisinya terdapat kaligrafi lafadz Allah dan Muhammad.

Bangunan utama mesjid tak begitu luas, lebih kurang hanya seluas 12x12 meter persegi, ditambah dengan bangunan baru untuk tempat shalat perempuan yang hanya seluas lebih kurang 4x8 meter persegi.  

Di sebelah barat mesjid (diukur dari tempat imam), terdapat beberapa makam. Ada dua makam keramat, yaitu makam Kiai Jamiin bin Abdullah dan makam Syeikh Abdul Halim bin Hayyi Yahya. Di sebelah Barat Daya adalah rumah pitung. Kira-kira jika ditarik garis lurus hanya sejauh 150 meter. 

Di sebelah timur mesjid, terdapat sebuah pendopo untuk peristirahatan para pengunjung. Tak jauh dari pendopo, terdapat sebuah sumur yang banyak orang bilang kalau sumur itu memiliki 3 rasa yaitu, asin,manis dan tawar. 

Di sebelah selatan, selingkup gapura masjid terdapat halaman yang cukup luas, sedangkan di sebelah selatan luaran gapura mesjid terdapat beberapa rumah warga. Di sebelah utara mesjid atau di belakang pendopo adalah laut dan hutan mangrove. 

Terkait tentang sejarah, boleh dikata bahwa bukanlah hal yang asing jika terdapat beragam versi termasuk mengenai sejarah berdirinya Mesjid Al-Alam Marunda. 

Menurut Kartum Setiawan dan Adityo B. Hardoyo, penulis buku Mesjid-mesjid Bersejarah di Jakarta, terdapat dua versi yang populer di masyarakat sekitar terkait sejarah berdirinya Mesjid Al-Alam. Versi pertama ada hubungannya dengan penyerangan Fatahillah ke Sunda Kelapa tahun 1527. Versi kedua,Mesjid Al-Alam dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

Dikutip dari nu.or.id, Rabu (28/2/2026) diceritakan salah seorang tokoh setempat bernama Habib Agus, bahwa Mesjid Al-Alam itu dibangun oleh pasukan Mataram untuk dijadikan tempat persinggahan. “Mesjid ini dibangun oleh pasukan Mataram untuk dijadikan tempat persinggahan,yang pada saat itu Mataram berada dibawah pimpinan Sultan Agung,” ujarnya.

Memang benar,kalau kita melihat SK Gubernur DKI Jakarta, yang menetapkan Mesjid Al-Alam sebagai Bangunan Cagar Budaya, yang terpampang pada salah satu bagian tembok masjid, di situ tertulis bahwa Mesjid Al-Alam Marunda dibangun pada abad 17 oleh pasukan Mataram ketika menyerbu Batavia (1628-1629).  Ia juga mengatakan bahwa salah satu tujuan kedatangan pasukan Mataram adalah untuk menyebarkan agama Islam ke tanah Betawi. “Kedatangan pasukan Mataram ke tanah Betawi/Sunda Kelapa itu dalam rangka membantu menyiarkan agama Islam,” jelas Habib Agus.

Asal Mula Nama Al-Alam 

Mesjid yang lebih dikenal dengan nama Mesjid Al-Alam Pitung ini juga memiliki cerita terkait asal mula namanya. Bahkan masyarakat dari luar Marunda memberi nama khusus pada Mesjid Al-Alam. Di antaranya Mesjid Al-Alam Pitung dan Mesjid Si Pitung. Karena memang lokasi mesjid tak begitu jauh dari lokasi “Rumah Si Pitung”. Selain itu juga menurut cerita masyarakat setempat,biasanya saat Pitung sedang diburon oleh kompeni,salah satu tempat persembunyiannya adalah mesjid tersebut.

“Dikasih nama Mesjid Si Pitung mah sama orang-orang luar Marunda,ya mungkin memang karena gak begitu jauh juga (lokasi mesjid dari rumah Pitung),” tutur alumnus Pondok Pesantren Kempek tersebut.

Nama Al-Alam disematkan hanya baru beberapa dekade, tepat saat ditetapkan mesjid tersebut sebagai bangunan cagar budaya tahun 1972 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. “Dulu (namanya) bukan Al-Alam, tapi Mesjid Agung Al-Auliya`. Dikasih nama Al-Auliya` juga kesepakatan bareng-bareng (masyarakat sekitar mesjid) karena ada andil para wali (saat pembangunan). Nah, tahun 1972 oleh Gubernur DKI Jakarta, Pak Ali Sadikin, disahin (ditetapkan) jadi cagar budaya,terus diubah (namanya) jadi Al-Alam, begitu,” papar Habib Agus.

Mesjid Bersejarah di Tengah Perkembangan Jakarta

Perkembangan Jakarta membuat banyak kawasan mengalami perubahan. Bangunan modern terus bermunculan dan aktivitas masyarakat semakin padat. Namun, sejumlah bangunan lama masih bertahan dan menjadi pengingat perjalanan sejarah kota.

Mesjid Al Alam Marunda menjadi salah satu contohnya. Bangunan ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat.

Keberadaan tempat ibadah bersejarah seperti Mesjid Al Alam menunjukkan bahwa sejarah Jakarta tidak hanya tersimpan di museum. Jejak masa lalu juga dapat ditemukan pada bangunan yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagian dari Wisata Sejarah dan Religi

Mesjid Al Alam Marunda juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan wisata sejarah dan religi di Jakarta Utara.

Pengunjung dapat mengenal lebih jauh sejarah kawasan Marunda sekaligus melihat langsung salah satu bangunan ibadah yang memiliki perjalanan panjang.

Bagi masyarakat Jakarta, keberadaan Mesjid Al Alam menjadi pengingat pentingnya menjaga bangunan dan kawasan bersejarah. Pelestarian tidak hanya mempertahankan bentuk bangunan, tetapi juga menjaga cerita yang melekat di dalamnya.

Mesjid Al Alam Marunda pada akhirnya menjadi bagian dari identitas sejarah Jakarta. Di tengah perubahan kota yang berlangsung cepat, tempat ibadah bersejarah ini tetap memiliki posisi penting bagi masyarakat dan sejarah kawasan Marunda. (Z. Ibrahim)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic