
ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena EL Nino akan segera aktif pada pertengahan 2026 dan bertahan hingga awal 2027.
Fenomena El Nino kali ini dinilai berpotensi menyebabkan sejumlah daerah di Indonesia mengalami musim kemarau lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan kondisi itu dipengaruhi adanya anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik yang melampaui ambang moderat.
"BMKG memprediksi bahwa fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027, dengan peluang intensitas El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan mencapai kategori kuat sebesar 62 persen," kata Sena dalam keterangannya, Rabu (10/6).
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 zona musim atau 11,83 persen daerah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, yakni sebagian Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.
Kemudian, 198 zona musim atau 31,60 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni, yakni sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Sebanyak 66 zona musim atau 7,28 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Juli, antara lain Jambi, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Lalu pada Agustus 2026, puncak musim kemarau terjadi di Sumatra, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, sebanyak 169 zona musim atau 25,41 persen memasuki puncak kemarau pada September 2026, meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa, hingga Papua Pegunungan. (M Hafid)