
ThePhrase.id – Lebaran merupakan momen tahunan yang selalu dinantikan oleh umat Islam. Selain menandai berakhirnya bulan Ramadan, Lebaran juga menjadi perayaan kebersamaan, kekeluargaan, dan silaturahmi yang kerap ditemani berbagai hidangan rumahan yang lezat.
Tak hanya ketupat dan opor saja, berbagai daerah di Indonesia juga memiliki hidangan khas Lebaran yang selalu disajikan saat Hari Raya Idulfitri. Berikut 5 hidangan khas Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia.
Ayam bumbu anam merupakan hidangan khas Palembang yang sering disajikan saat perayaan Lebaran. Masakan ini berupa ayam yang dimasak dengan kuah santan kental berwarna kuning yang kaya akan rempah, seperti kunyit, kemiri, ketumbar, serta kencur yang memberikan aroma khas.
Sekilas tampilannya mirip dengan opor ayam, namun ayam bumbu anam memiliki kuah yang lebih kental dengan rasa rempah yang lebih kuat. Hidangan ini biasanya disajikan bersama ketupat atau lontong sebagai pelengkap menu Idulfitri.
Ayam gulai kurma merupakan salah satu hidangan berkuah khas Aceh yang kerap disajikan saat momen spesial, termasuk Lebaran. Masakan ini berupa olahan ayam yang dimasak dengan santan dan berbagai rempah sehingga menghasilkan kuah yang gurih dan kaya rasa.
Selain saat Idulfitri, ayam gulai kurma juga sering hadir dalam berbagai acara adat dan jamuan keluarga di Aceh. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi atau ketupat sehingga menjadi sajian utama saat berkumpul bersama keluarga.
Lemang menjadi salah satu hidangan yang identik dengan perayaan hari besar di berbagai daerah Sumatra, termasuk Jambi. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu sebelum dibakar hingga matang.
Proses memasak menggunakan bambu tersebut membuat lemang memiliki aroma khas dan tekstur yang pulen. Saat Lebaran, lemang biasanya disajikan bersama lauk bersantan seperti rendang atau gulai sebagai pelengkap hidangan keluarga.
Orem-orem merupakan hidangan khas Malang yang cukup populer sebagai menu berkuah santan. Masakan ini umumnya terdiri dari tempe goreng dan potongan ayam yang dimasak dalam kuah santan kental yang gurih.
Hidangan ini biasanya disajikan bersama ketupat atau lontong, lalu dilengkapi dengan tauge serta sambal. Perpaduan kuah santan yang gurih dengan tempe dan ayam membuat orem-orem menjadi salah satu sajian yang sering dinikmati saat momen kebersamaan.
Poteng jaje tujak merupakan hidangan khas masyarakat Suku Sasak di Lombok yang kerap disajikan saat perayaan Lebaran. Sajian ini terdiri dari poteng atau tape ketan yang difermentasi sehingga memiliki rasa manis dan sedikit asam.
Poteng kemudian disajikan bersama jaje tujak, yaitu kue berbahan ketan yang ditumbuk hingga memiliki tekstur lembut. Kombinasi keduanya menciptakan rasa manis khas yang menjadikan poteng jaje tujak sebagai salah satu sajian tradisional saat Idulfitri di Lombok. [Syifaa]