
ThePhrase.id - Cristiano Ronaldo menyampaikan ucapan Idulfitri kepada para penggemarnya di seluruh dunia. Ia menyoroti makna kebersamaan keluarga serta harapan akan kedamaian dan kebahagiaan di hari raya.
"Selamat Idulfitri untuk semuanya!" tulis Ronaldo dalam media sosialnya.
"Saya berharap Anda menjalani hari yang sangat istimewa bersama keluarga dan orang-orang tercinta, serta mendoakan kedamaian dan kebahagiaan untuk kalian semua," kata CR7, julukannya.
Ucapan dari megabintang asal Portugal itu hadir di tengah suasana Lebaran yang identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, sekaligus mencerminkan kedekatannya dengan kultur yang ia jalani selama berkarier di Timur Tengah.
Momen tersebut juga berkaitan dengan pembahasan mengenai bagaimana para pesepak bola menghadapi Ramadan, termasuk pandangan yang disampaikan mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili, dalam sebuah wawancara.
Sharahili menjelaskan bahwa puasa Ramadan bukan menjadi kendala berarti bagi pemain Arab karena mereka telah terbiasa menjalaninya setiap tahun.
Ia menuturkan bahwa para pemain lokal mampu menyesuaikan perubahan pola makan dan aktivitas harian tanpa mengalami kesulitan berarti saat tetap bertanding.

Akan tetapi, kondisi berbeda dialami oleh pemain asing yang berasal dari latar belakang budaya yang tidak terbiasa dengan Ramadan.
Sharahili menyebut bahwa pemain asing kerap menghadapi tantangan pada tahap awal karena belum terbiasa dengan puasa maupun perubahan rutinitas harian selama bulan tersebut.
Situasi itu membuat sebagian dari mereka membutuhkan waktu tambahan untuk beradaptasi, terutama saat pertama kali menjalani Ramadan di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara yang sama, Sharahili juga menyinggung pengalaman Ronaldo selama memperkuat Al Nassr dalam menghadapi Ramadan.
Ia mengungkapkan bahwa Ronaldo sempat mencoba berpuasa selama dua hari pada Ramadan sebelumnya sebagai bagian dari pengalaman pribadi.
Sharahili menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah komitmen jangka panjang, melainkan didorong oleh rasa ingin tahu serta keinginan untuk memahami budaya setempat.
Ia menambahkan bahwa meskipun ada atlet yang meyakini puasa dapat memberikan manfaat kesehatan, keputusan Ronaldo saat itu lebih bersifat eksplorasi dibandingkan sebagai rutinitas tetap. (Rangga)