trending

Selat Hormuz Dibuka di Tengah Gencatan Senjata, Harga Minyak Dunia Anjlok 10 Persen

Penulis Ashila Syifaa
Apr 18, 2026
Arsip foto -Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). (Foto: ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa)
Arsip foto -Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). (Foto: ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa)

ThePhrase.id  - Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial pada Jumat (17/4), selama 10 hari masa gencatan senjata di Lebanon yang menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran. 

Kebijakan tersebut menjadi perkembangan penting di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung sejak akhir Februari.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut kini telah sepenuhnya terbuka bagi seluruh kapal komersial. Ia menjelaskan bahwa pembukaan dilakukan melalui rute yang telah dikoordinasikan oleh otoritas Iran guna menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas kapal. 

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas global, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada pasar energi dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyambut baik keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai secara menyeluruh antara Washington dan Teheran.

Trump juga mengklaim Iran telah sepakat untuk tidak lagi menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik, serta menyebut adanya upaya pembersihan ranjau laut di kawasan tersebut.

Namun, pernyataan Presiden AS tersebut dibantahan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menilai klaim Trump tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, Jika blokade militer oleh AS masih terus berlangsung, situasi di Selat Hormuz tetap berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Melansir Antara News, pengumuman pembukaan Selat Hormuz berdampak langsung terhadap pasar energi global. Harga kontrak berjangka minyak mentah anjlok lebih dari 10 persen dalam perdagangan Jumat (17/4) pagi. 

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat turun ke kisaran 83 dolar AS per barel, dari harga penutupan sebelumnya di level 94,69 dolar AS. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni juga merosot ke sekitar 87,71 dolar AS per barel dari posisi sebelumnya 99,39 dolar AS.

Sebelumnya, sebagian besar jalur di Selat Hormuz sempat diblokir oleh Iran sejak meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Penutupan ini memicu kekhawatiran global terhadap terganggunya pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic