
ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto berkelekar agar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selalu diawasi. Pernyataan itu disampaikan dalam acara retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Kala itu, Prabowo berbicara soal soliditas koalisi partai pendukung pemerintah. Pada momen itu, Prabowo mempertanyakan kehadiran semua ketua partai dan secara khusus menanyakan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
"Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB Ada? oh, kayak PKB yang harus diawasi terus nih," kelekar Prabowo seraya menutup sesi taklimat.
Tidak begitu jelas maksud dari permintaan Prabowo agar PKB selalu diawasi. Namun, jika merunut ke belakang, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, merupakan lawan politiknya pada Pilpres 2024 lalu.
Kala itu, Cak Imin duduk sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan sebagai calon presiden dengan mengusung tema Perubahan.
Pasangan yang didukung oleh Nasdem, PKB, dan PKS itu meraih suara terbanyak kedua setelah Prabowo-GIbran, yakni sebanyak 40.971.906 atau 24,95%.
Sementara Prabowo-Gibran mengantongi suara sebanyak 96.214.691 atau 58,59%. Ada pun pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di urutan buncit, meraih suara sebanyak 27.040.878 atau 16,47%.
Seiring pasangan Prabowo-Gibran diumumkan sebagai pemenang Pemilu 2024, partai pengusung Anies-Cak Imin itu berbondong-bondong menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo.
Di Kabinet Merah Putih, Cak Imin memperoleh jatah kursi menteri sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemasyarakat Masyarakat.
Terlepas dari soal mantan rival politik, Cak Imin memandang pernyataan Prabowo yang meminta PKB diawasi sebagai candaan biasa.
Cak Imin menepis anggapan bahwa pernyataan itu sebagai sinyal dari kekhawatiran Prabowo akan manuver politik PKB.
"Nggak, nggak. Bercanda. Begitu-begitu biasalah, sering begitu," kata Cak Imin.
Cak Imin menegaskan bahwa tidak ada yang perlu diawasi dari PKB, termasuk langkah politiknya ke depan.
Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menyebut candaan semacam itu kerap dialamatkan ke PKB dalam banyak forum.
"Sering begitu, bercanda begitulah, gojlokan begitu," tandasnya. (M Hafid)