
Thephrase.id - Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM secara resmi mengumumkan pengunduran diri seluruh anggota Komite Eksekutif FAM periode 2025-2029 yang dilakukan secara kolektif dan berlaku seketika di tengah sorotan terhadap tata kelola federasi.
Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh jajaran Exco sebagai bentuk tanggung jawab institusional tanpa mempertimbangkan kepentingan personal maupun jabatan yang tengah diemban.
"Persatuan Sepak Bola Malaysia mengumumkan bahwa seluruh Anggota Komite Eksekutif untuk periode 2025–2029 pada hari ini secara kolektif dan sukarela telah mengundurkan diri dari jabatan mereka dengan segera," tegas FAM.
FAM menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons atas situasi terkini yang telah menarik perhatian luas publik sepak bola, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Keputusan ini diambil secara bulat dengan mempertimbangkan tanggung jawab organisasi serta tanpa kepentingan atau jabatan pribadi," beber FAM.
FAM menegaskan bahwa pengunduran diri massal ini dilakukan untuk menjaga integritas organisasi sekaligus menegakkan prinsip tata kelola yang baik dan akuntabilitas.
"Komite Eksekutif mengambil tanggung jawab bersama dan memandang perlu untuk bertindak dengan cara yang melindungi integritas FAM," sambung FAM.
Langkah mundur berjamaah ini juga dimaksudkan untuk melindungi reputasi FAM serta meminimalkan risiko yang dapat berdampak lebih luas terhadap sepak bola Malaysia.
"Pengunduran diri ini bertujuan untuk menjaga reputasi dan kepentingan organisasi FAM serta mengurangi risiko yang lebih buruk yang dapat berdampak pada sepak bola Malaysia secara keseluruhan," lanjutnya.
FAM menilai keputusan tersebut memberi ruang yang memadai bagi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk melakukan penilaian dan penanganan terhadap aspek tata kelola serta administrasi federasi.
"Keputusan tersebut memberikan ruang yang layak bagi Federasi Sepak Bola Internasional dan Konfederasi Sepak Bola Asia untuk menilai, menelaah, dan apabila perlu, menangani hal-hal yang berkaitan dengan tata kelola serta urusan administrasi FAM," tutur FAM.
Pengunduran diri seluruh Exco ini sebelumnya telah disepakati dalam rapat internal yang digelar pada awal Januari 2026 di tengah potensi sanksi lanjutan dari FIFA.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi yang berujung pada sanksi larangan bermain, denda, serta pengurangan poin dalam pertandingan uji coba FIFA Matchday.
Dalam perkembangannya, FAM mengonfirmasi bahwa Court of Arbitration for Sport telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman bagi tujuh pemain naturalisasi tersebut.
"Keputusan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan para pendukung, pemangku kepentingan, mitra, serta komunitas sepak bola secara keseluruhan, karena menjaga kredibilitas institusi merupakan hal yang penting bagi stabilitas, keberlanjutan, dan pengembangan masa depan sepak bola Malaysia," ungkap FAM.