
Thephrase.id - Sepuluh tahun sudah berlalu sejak Gianni Infantino resmi menjabat sebagai Presiden FIFA pada 2016, menggantikan Sepp Blatter yang memimpin badan sepak bola dunia itu selama hampir dua dekade penuh warna skandal.
Saat pertama kali dilantik, Infantino yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen UEFA berjanji lantang di hadapan para delegasi bahwa ia akan memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang sempat tercoreng itu.
"Kita harus bangga dengan apa yang kita lakukan untuk FIFA; saya ingin memulihkan era baru di FIFA di mana kita menempatkan sepak bola sebagai pusat dari segalanya," ujar Infantino kala itu dilansir Give Me Sport.
Akan tetapi satu dekade berselang, sejumlah keputusan dan pernyataan Infantino justru memantik gelombang kritik dari berbagai penjuru dunia sepak bola, termasuk pidatonya yang kontroversial di Piala Dunia 2022 Qatar di mana ia dituduh melakukan pembelaan bermotif politik terhadap sang tuan rumah.
Salah satu gagasan paling mengejutkan Infantino muncul pada awal 2023. Ia secara terbuka mengungkapkan rencana FIFA untuk meminta seluruh negara anggota tanpa terkecuali menamai satu stadion sepak bola milik mereka dengan nama legenda Brasil, Pelé.
Pernyataan itu ia sampaikan langsung kepada wartawan lokal di São Paulo saat menghadiri pemakaman Pelé, yang wafat pada 29 Desember 2022 di usia 82 tahun setelah berjuang melawan kanker usus besar.
"Kami akan meminta setiap negara di dunia untuk menamai salah satu stadion sepak bola mereka dengan nama Pelé," kata Infantino di sela-sela prosesi pemakaman sang legenda tiga kali juara dunia itu.
Sebelum mengumumkan rencana tersebut, Infantino telah merilis pernyataan resmi tentang kepergian Pelé yang menyebut sang maestro sebagai sosok yang melampaui sepak bola itu sendiri.
"Bagi semua orang yang mencintai permainan indah ini, ini adalah hari yang tidak pernah kita inginkan datang—hari kita kehilangan Pelé; Pelé memiliki kehadiran yang magnetis, dan ketika kamu bersamanya, dunia seolah berhenti; hidupnya bukan hanya tentang sepak bola, ia mengubah persepsi menjadi lebih baik di Brasil, di Amerika Selatan, dan di seluruh dunia; warisannya tidak mungkin dirangkum dalam kata-kata," tulis Infantino dalam pernyataan tersebut.
Tiga tahun berlalu sejak pengumuman penuh emosi itu, dan rencana besar Infantino untuk mengabadikan nama Pelé di stadion-stadion seluruh dunia tak pernah benar-benar terwujud dalam bentuk apapun yang konkret.
Gagasan itu kini lebih banyak dikenang sebagai salah satu contoh paling nyata dari pola Infantino yang kerap melontarkan pernyataan besar di momen emosional tanpa dibarengi mekanisme pelaksanaan yang jelas dan terukur.