sport

Seraf Naro Siregar Buka Keran Medali Tim Indonesia di Asian Games 2026, Perjuangan dari Cedera hingga Podium

Penulis Ahmad Haidir
Sep 21, 2026
Seraf Naro Siregar menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Tim Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Foto NOC Indonesia.
Seraf Naro Siregar menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Tim Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Foto NOC Indonesia.

Thephrase.id - Seraf Naro Siregar menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Tim Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih perunggu dari nomor Men's Changquan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Nagoya, Jepang, Minggu, 20 September 2026.

Naro harus bersaing ketat dalam pertandingan tersebut setelah mengoleksi 9.720 poin, hanya terpaut 0,003 poin dari Chi Hin Kuong asal Makau yang meraih emas dengan 9.723 poin, sementara medali perak menjadi milik Chi Kuan Song yang juga mengumpulkan 9.720 poin.

"Untuk performa hari ini, saya bisa menampilkan cukup baik, seperti latihan biasa, dan saya sudah cukup bangga dengan hasil hari ini karena memang persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat, bisa dilihat dari penilaiannya, jaraknya dekat semua, jadi saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia," ujar Naro.

Hasil tersebut terasa semakin berarti bagi Naro karena Changquan bukan merupakan nomor yang menjadi andalannya, mengingat pada Asian Games Hangzhou 2022 ia lebih dulu meraih medali perunggu melalui nomor Daoshu & Gunshu.

Persiapan menuju pertandingan di Nagoya juga harus dijalani Naro dengan kondisi yang tidak ideal setelah mengalami gangguan pada lutut sekitar satu setengah bulan sebelum kompetisi, terutama ketika melakukan gerakan lompatan, tolakan, hingga pendaratan yang memunculkan rasa nyeri.

"Atlet, bagi atlet pasti itu adalah hal yang umum, cuma memang yang tidak umum adalah ketika bagaimana kita bisa bangkit, bisa tetap percaya diri ketika kita harus membela negara," ucap Naro.

Kondisi tersebut membuat Naro tidak dapat menjalani program latihan dengan intensitas seperti biasanya karena persiapannya lebih banyak diarahkan pada penguatan fisik, terapi, tusuk jarum, serta shockwave therapy untuk mendukung kondisinya sebelum tampil di pertandingan.

"Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga, jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi, jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga," jelasnya.

Untuk latihan teknik, Naro bahkan harus memangkas frekuensinya menjadi sekitar dua sampai tiga kali dalam sepekan, jauh di bawah kondisi normal ketika persiapan pertandingan dapat membuatnya menjalani latihan teknik hingga sekitar 10 kali dalam satu minggu.

Bagi Naro, medali perunggu di Aichi-Nagoya 2026 juga memiliki arti khusus karena Asian Games merupakan salah satu ajang yang diimpikan atlet dan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai wakil Indonesia.

"Arti medali Asian Games ini buat saya segalanya, karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet, atlet manapun sudah bermimpi untuk berkompetisi di sini, apalagi dapat medali, saya sangat mendedikasikan semua hidup saya untuk event terbesar ini," tutup Naro.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, turut memberikan apresiasi atas perjuangan Naro sekaligus menyebut medali tersebut sebagai awal bagi perjalanan panjang kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Selamat kepada Seraf Naro Siregar atas medali perunggu yang dipersembahkan untuk Indonesia, ini adalah medali pertama Tim Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan tentu menjadi awal yang baik bagi perjuangan seluruh kontingen," ujar Todotua. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic