
ThePhrase.id - Serupa dengan hubungan romantis, pertemanan juga merupakan hubungan yang kompleks karena membutuhkan upaya dari kedua belah pihak untuk menjaganya. Namun, pernahkah kamu merasa bahwa dalam sebuah pertemanan, usaha tersebut hanya datang dari satu pihak? Hal ini bisa menjadi tanda adanya one-sided friendship.
Apa itu one-sided friendship?
One-sided friendship atau pertemanan sepihak adalah kondisi ketika hanya satu orang yang selalu berinisiatif dalam hubungan, seperti lebih sering menghubungi, mengajak bertemu, atau menjaga komunikasi dengan kelompoknya.
Dalam kata lain, komunikasi, waktu, dan upaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan hubungan biasanya dibebankan kepada satu orang dalam pertemanan sepihak. Namun, kondisi ini sering tak disadari, bahkan sampai hubungan telah terjalin hingga belasan tahun.
Tanda-tanda one-sided friendship
Ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan untuk mengenali apakah kamu berada dalam pertemanan sepihak, di antaranya:
Apa yang bisa dilakukan?
Jika kamu menyadari berada dalam one-sided friendship, ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan.
Psikolog dan CEO Insights Without Borders, Mark Rogers, menjelaskan bahwa jika seorang teman diundang ke sebuah perkumpulan dan tidak pernah menolak, hal tersebut masih tergolong wajar. Pasalnya, ada orang yang memang tidak terbiasa membuat rencana, sementara sebagian lainnya justru merupakan perencana yang andal.
Perlu dicatat bahwa tak semua pertemanan memerlukan komunikasi setiap saat. Terdapat pertemanan yang minim komunikasi, namun tetap menjalin pertemanan yang baik dan sehat, seperti tipe pertemanan yang low maintenance.
Namun, pada akhirnya, pertemanan yang sehat seharusnya memberikan rasa nyaman, dukungan, dan keseimbangan bagi kedua belah pihak. Jika kamu terus merasa sendirian dalam menjalaninya, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali hubungan tersebut. [Syifaa]