
ThePhrase.id - Hampir dua tahun setelah resmi berpisah, hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Persoalan ini mencuat setelah masing-masing pihak menyampaikan pernyataan melalui kuasa hukum mereka.
Awalnya, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan kliennya mengalami kesulitan bertemu dengan anak-anak setelah perceraian. Meski demikian, Ruben diklaim tetap menjalankan kewajibannya sebagai ayah, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anak.
Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pihak Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menghalangi Ruben untuk bertemu anak-anak mereka. Menurut mereka, hak kunjungan telah diatur dalam kesepakatan pascacerai dan Ruben dapat bertemu anak-anak dua hingga tiga kali setiap pekan selama tidak berbenturan dengan jadwal sekolah maupun kegiatan lainnya.
Pihak Sarwendah juga mengklaim Ruben tidak pernah secara langsung datang ke rumah atau menghubungi Sarwendah untuk mengatur jadwal pertemuan dengan anak-anak.
Perbedaan pandangan juga muncul terkait nafkah anak. Pihak Sarwendah mengklaim biaya pendidikan, les, hingga kebutuhan kesehatan anak-anak sejak akhir 2025 ditanggung sendiri oleh Sarwendah. Padahal, dalam kesepakatan perceraian, Ruben disebut berkomitmen membiayai pendidikan anak-anak hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
Selain itu, Sarwendah mengaku sempat didatangi debt collector terkait kendaraan yang disebut merupakan aset atas nama Ruben. Melalui kuasa hukumnya, ia meminta agar persoalan kewajiban tersebut tidak lagi melibatkan dirinya karena keduanya telah resmi berpisah.
Di tengah polemik tersebut, muncul persoalan baru terkait rumah yang saat ini ditempati Sarwendah dan anak-anak. Kuasa hukum Sarwendah mengungkap rumah tersebut masih menjadi jaminan pinjaman yang berkaitan dengan perusahaan milik Ruben Onsu. Mereka juga mengklaim telah menerima sejumlah surat peringatan dari bank akibat tunggakan pembayaran yang terjadi sejak 2024.
Menurut pihak Sarwendah, sebelum perceraian disahkan telah ada kesepakatan bahwa kewajiban pembayaran rumah tersebut akan diselesaikan oleh Ruben hingga lunas. Karena persoalan tersebut belum juga tuntas, sementara rumah itu menjadi tempat tinggal anak-anak, Sarwendah disebut ingin mengambil alih atau melakukan take over kewajiban pembayaran agar memiliki kepastian hukum dan tidak lagi terdampak persoalan keuangan yang berkaitan dengan Ruben.
Menanggapi hal tersebut, Minola Sebayang menyatakan pihak Ruben tidak keberatan apabila Sarwendah ingin mengambil alih kewajiban pembayaran rumah.
"Ya silakan saja kalau memang mau di-take over kewajibannya. Toh memang itu adalah harusnya memang harta bersama, tanggung jawab bersama," ujar Minola.
Meski demikian, Ruben meminta agar kontribusi yang telah diberikannya selama bertahun-tahun dalam pembayaran rumah tetap diperhitungkan. Menurut Minola, Ruben ingin ada kejelasan mengenai porsi kontribusi masing-masing pihak agar anak-anak mereka mengetahui bahwa rumah tersebut merupakan hasil perjuangan kedua orang tuanya.
"Kalaupun memang misalnya mau diserahkan ke anak, anak harus jelas bahwa di ujung perjalanan itu Mama yang lunasin, tapi dari awal sampai pertengahan jalan Papa yang bayarkan. Adil dong," kata Minola.
Pihak Ruben juga menegaskan bahwa apabila rumah tersebut nantinya menjadi aset yang sepenuhnya dimiliki Sarwendah, maka pembayaran yang sebelumnya telah dilakukan Ruben perlu menjadi bagian dari penyelesaian yang disepakati kedua belah pihak.
Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah resmi bercerai pada September 2024 setelah menjalani pernikahan selama 11 tahun. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak. Hingga kini, sejumlah persoalan terkait pengasuhan anak dan pembagian aset masih menjadi pembahasan antara kedua belah pihak. [nadira]