politics

Setelah UGM dan UII, UI Turut Sampaikan Sikap Prihatin terhadap Pemerintahan Jokowi

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 02, 2024
Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) sampaikan sikap prihatin terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (2/2/24). (Foto: Tangkapan layar YouTube/CNN Indonesia)
Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) sampaikan sikap prihatin terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (2/2/24). (Foto: Tangkapan layar YouTube/CNN Indonesia)

ThePhrase.id - Civitas akademika Universitas Indonesia (UI) menyatakan seruan kampus perjuangan, sampaikan sikap prihatin terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tampak hilang kemudi dan nihil etika menjelang Pemilu 2024.

“Kami warga dan alumni Universitas Indonesia prihatin atas hancurnya tatanan hukum dan demokrasi, hilangnya etika bernegara dan bermasyarakat, terutama korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ucap Guru Besar UI Prof. Harkristuti Harkrisnowo di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (2/2).

“Kami resah dan sekaligus geram atas sikap tindak para pejabat, elit politik dan hukum, yang mengingkari sumpah jabatan mereka untuk menumpuk harta pribadi, menumpuk kekuasaan, membiarkan negara tanpa kelola, dan digerus korupsi yang memuncak menjelang pemilu,” lanjutnya. 

Terhadap situasi politik yang terjadi saat ini di Indonesia, UI menyampaikan empat poin yang harus diperjuangkan, ajak seluruh warga Indonesia untuk merapatkan barisan menjaga demokrasi di Tanah Air Indonesia.

“Pertama, mengutuk segala bentuk tindakan yang menindas kebebasan berekspresi,” sebut Harkristuti.

Poin kedua ialah menuntut hak pilih rakyat tanpa adanya intimidasi dan rasa takut, agar pemilu berjalan secara jujur dan adil. Kemudian ketiga, menuntut agar ASN, pejabat pemerintah, juga TNI dan Polri bebas dari paksaan untuk mendukung salah satu paslon.

“Yang keempat, menyerukan agar semua perguruan tinggi di seluruh tanah air, mengawasi dan mengawas secara ketat pelaksanaan pemungutan suara serta penghitungannya di wilayah masing-masing,” tandasnya.

UGM-UII, Kecewa dengan Jokowi, Terbitkan Petisi

Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) telah menyampaikan pandangan yang sama terkait situasi politik di Indonesia jelang masa pergantian presiden lima tahun sekali itu.

Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Koentjoro mengungkapkan pandangan UGM terhadap tindakan sejumlah penyelenggara negara di berbagai lini dan tingkat, termasuk Presiden Jokowi yang menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi, kerakyatan, dan keadilan sosial.

“Kami menyesalkan tindakan-tindakan menyimpang yang justru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada atau UGM,” ujar Koentjoro di Balairung UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (31/1).

Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid menyatakan saat ini Indonesia darurat kenegarawanan, dengan mengeluarkan petisi yang berisi tuntutan agar Presiden Jokowi tidak menyalahgunakan kekuasaan dan sumber daya negara untuk memenangkan salah satu paslon Pilpres 2024.

“Demokrasi Indonesia kian tergerus dan mengalami kemunduran, kondisi ini kian diperburuk dengan gejala pudarnya sikap kenegarawanan dari Presiden RI Joko Widodo,” tukas Fathul Wahid di Yogyakarta, Kamis (1/2). (Rangga)

 
Related News

Popular News

 

News Topic