sportTimnas Indonesia

Shin Tae-yong Blacklist 10-12 Pemain Timnas Indonesia yang Alasannya Bermacam-Macam: Kakek Meninggal, Telat, Berbohong

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 30, 2024
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong buka-bukaan dengan ketegasannya di Tim Merah Putih. (Foto: Instagram Shin Tae-yong)
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong buka-bukaan dengan ketegasannya di Tim Merah Putih. (Foto: Instagram Shin Tae-yong)

ThePhrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menunjukkan ketegasannya. Peracik strategi berkebangsaan Korea Selatan itu pernah mengusir sepuluh sampai 12 pemain Tim Merah Putih.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang telat hingga berbohong. Dalih yang paling absurd adalah seorang pemain Timnas Indonesia bilang kakeknya meninggal, tapi ternyata tidak.

"Kami sedang menjalani pelatihan tim nasional, saya hendak sarapan, tapi ada pemain tidak kelihatan. Saya bertanya ke mana dia? Ternyata dia pergi dini hari karena kakeknya meninggal," beber Shin Tae-yong di YouTube Yoon Cheon-jae.

"Tanpa memberi tahu pelatih. Padahal kita sedang dalam pelatihan tim nasional. Tapi dia pergi begitu saja karena kakeknya meninggal. Bagaimana bisa tidak memberi tahu pelatih?" tambahnya.

"Bagian itu yang saya tidak paham. Ada juga pemain lain yang mengaku kakeknya meninggal. Tapi dua pekan kemudian kakeknya muncul di lapangan. Astaga," beber Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong memang dikenal sebagai pelatih yang tegas dan tidak pandang bulu. Ia tidak segan-segan mencoret pemain Timnas Indonesia dan tidak memanggilnya lagi ke Tim Merah Putih.

"Jadi saya memutuskan jika ada yang berbohong, mereka langsung keluar dari tim nasional. Sekitar 10 pemain sudah diusir karena masalah ini. Aturan nomor satu, jika berbohong langsung keluar," tegas Shin Tae-yong.

"Saya mengumumkannya dengan jelas. Saya paling benci kebohongan. Begitu ada yang bohong langsung keluar dari tim nasional," ucap mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini.

"Setelah itu kebiasaan tersebut mulai berubah. Malam ini pukul 21.50 malam kami harus terbang ke Eropa. Tetapi para pemain mungkin berpikir pelatih tidak mungkin menyuruh kami pulang kalau mereka terlambat," ungkap Shin Tae-yong.

"Langsung saja ada sekitar sepuluh hingga 12 pemain yang akhirnya pulang ke rumah dan batal terbang ke Eropa. Artinya berita ini menyebar dari mulut ke mulut dan akhirnya tidak ada yang melakukan itu lagi. Saya seperti kepiting," tandasnya. (Rangga)

Artikel Terkait Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic