features

Siasat Jokowi Tetap Duetkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2029, Tak Mau yang Lain

Penulis M. Hafid
Feb 20, 2026
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Foto: BPMI Setpres

ThePhrase.id - Jokowi buru-buru membantah pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka menjadi saingan kuat Prabowo Subianto pada pilpres 2029.

"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja," sanggah Jokowi pada akhir Januari 2026 lalu.

Jokowi tidak ingin tergesa-gesa anaknya, Gibran segera menggeser Prabowo dari kursi Presiden. Dia justru mendukung purnawirawan Jenderal TNI itu untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga periode kedua. Sementara buah hatinya didorong untuk menjadi wakil sang Jenderal.

Pernyataan Jokowi seakan menjadi magnet bagi partai-partai di lingkaran kekuasaan. Golkar, PAN, hingga PKB menjadi partai yang turut menyuarakan Prabowo dua periode.

Sayangnya, dorongan dua periode itu tidak satu paket dengan Gibran. Tiga partai yang sempat berada di lingkaran kekuasaan era Jokowi itu, justru "membuang" nama Gibran dari narasi percakapan.

Golkar misalnya, partai berlambang pohon beringin itu hanya menegaskan dukungannya kepada Prabowo untuk melanjutkan hingga periode kedua, tanpa menyebut nama Gibran.

"Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?" kata Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia di Istora, Jakarta, Jumat (6/2).

Sedangkan PAN tidak hanya menyatakan dukungan, tapi juga mengusulkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk menjadi pasangan Prabowo.

"Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Eddy Soeparno.

Situasi itu membuat Bara JP bergegas menemui Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Organisasi relawan yang diketuai Willem Frans Ansanay itu datang untuk mendengarkan arah lanjutan usai nama Gibran hilang dari pembahasan.

Kepada relawannya, Jokowi disebut meminta untuk tetap konsisten mendukung duet Prabowo-Gibran pada pilpres 2029. Ketua Bara JP Willem menerima arahan itu. Dia tidak khawatir sekalipun dengan usulan PAN, sebab Gibran diyakini akan tetap menjadi rebutan sebagai wakil presiden.

"Kami masih optimis, 2029 mas Gibran akan menjadi rebutan sebagai kandidat wakil presiden. Dan kami optimis masih bisa dengan pak Prabowo," kata Willem.

Di Balik Dukungan 2 Periode

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Goklar Sarmuji menggunakan narasi diplomatis saat mengungkap alasan mendukung Prabowo dua periode, bahwa partainya ingin melihat sang presiden dapat menuntaskan visi misinya.

Keyakinan yang besar juga dimiliki Golkar, bahwa Prabowo akan berhasil memimpin Indonesia. Keberhasilan itu disebut mulai nampak dalam satu tahun lebih kepemimpinannya.

"Kalau sukses nggak ada alasan untuk tidak mendukung Pak Prabowo," kata Sarmuji kepada ThePhrase.id.

Sarmuji menyebut sikap itu diambil saat partainya menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Dalam kesepakatannya, partai berlambang pohon beringin itu akan berada di belakang Prabowo untuk menuntaskan segala agendanya.

"Sekarang tanda-tanda sukses di depan mata, tinggal melanjutkan saja," ungkapnya.

Setali tiga kepeng, narasi keberhasilan juga disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Kesuksesan Prabowo memimpin Indonesia dianggap sudah terlihat sejak tahun pertama duduk sebagai presiden.

Bagi Cak Imin, setiap kesuksesan harus dipanjangkan masanya, tidak cukup berhenti dalam lima tahun saja. "Kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang," kata Cak Imin.

Sementara Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Maulida tidak ingin mengungkapkan apa alasan partainya memberi dukungan kepada Prabowo.

"Tetap semangat," kata Viva Yoga singkat saat dihubungi ThePhrase.id beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Waketum PAN lainnya, Eddy Soeparno menyebut dukungan Prabowo dua periode merupakan pilihan natural partainya.

Dia mengklaim PAN sebagai satu-satunya partai selain Gerindra yang mendukung Prabowo dalam tiga kali pencalonan sebagai presiden.

"Bagi kita, ini sudah pilihan natural untuk mendukung beliau kembali nanti di tahun 2029," ucapnya.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo menyebut dukungan partai itu tidak sesederhana narasi keberhasilan kepemimpinan Prabowo, tapi ada segudang kalkulasi politik.

Salah satu objek hitungannya karena Prabowo merupakan incumbent alias petahana. Menurut Kunto, tak mudah bagi siapa pun untuk mengalahkan calon berstatus petahana. Walhasil, kans Prabowo untuk kembali memenangkan pilpres 2029 sangat besar.

"Ya pilihan paling rasional bagi partai-partai ini ya mendukung Pak Prabowo," kata Kunto kepada ThePhrase.id beberapa waktu lalu. "Karena sangat sulit mengalahkan presiden yang sedang berkuasa di dalam pemilu".

Karena itu, banyak partai berlomba-lomba menegaskan dukungannya kepada Prabowo, bahkan sejak seumur jagung kepemimpinannya. Bagi Kunto, dukungan sejak dini itu sebagai upaya merebut pengaruh dan kue kekuasaan yang lebih besar.

Menurut Kunto, partai-partai yang menyatakan dukungan sejak awal akan mendapat "ganjaran" lebih besar dibanding dukungan di menit-menit akhir.

"Dan dukung di awal tentu mereka menginginkan posisi, baik itu menteri-menteri strategis, bahkan kalau bisa wakil presiden gitu," ucapnya.

Selain itu, dukungan sejak awal itu dianggap untuk mencuri hati Prabowo agar tidak didepak dari lingkaran kabinet dan mencari suaka agar terbebas dari kasus hukum yang mengancam.

Kendati begitu, Kunto menyebut dukungan Prabowo dua periode itu terlalu dini jika dikaitkan dengan perebutan kursi calon wakil presiden. Menurutnya, partai-partai yang mengorkestrasi dua periode ingin mendapatkan efek ekor jas (coat-tail effect) dari pamor Prabowo yang kian muncer.

"Sehingga asosiasi partai mereka dengan Pak Prabowo, selain Gerindra, ya tentu saja akan semakin dekat gitu," jelasnya.

Hilangnya Nama Gibran

Kunto menyebut hilangnya nama Gibran dalam wacana Prabowo dua periode cukup masuk akal. Tidak ada partai-partai yang tidak ingin mendudukkan kadernya di kursi wakil presiden.

Menurut Kunto, partai politik akan lebih mengutamakan kadernya terlebih dahulu dalam pesta elektoral sebelum mengusung orang lain, alih-alih mendukung Gibran.

"Mereka ingin kader mereka lah atau paling tidak ketum mereka lah yang bisa jadi calon wakil presiden mendampingi Pak Prabowo di 2029. Nah kalau bawa Gibran kan jadi aneh gitu," ucapnya.

Prabowo juga dianggap punya hitung-hitungan logis sekaligus realistis dalam memilih calon wakilnya. Dia disebut akan memilih dari pemilik lumbung suara terbanyak. Makanya, kata Kunto, Zulhas, Cak Imin, hingga Bahlil Lahadalia dinilai berpotensi mendampingi Prabowo pada pilpres mendatang.

Salah satu alasan mendasar, kata Kunto, karena partai ketiganya memiliki cukup banyak basis suara dengan kepemilikan kursi di DPR cukup banyak. "Jadi di DPR aman dan kemenangan di Pilpres juga paling tidak bisa dijamin probabilitas menang yang gitu," ucapnya.

Namun, Jokowi disebut tidak bakal tinggal diam membiarkan nama anaknya hilang di pusaran wacana Prabowo dua periode. Jokowi diyakini akan tetap mengusahakan Gibran menjadi pendamping Prabowo.

Kalau pun bukan Gibran, orang dekatnya yang lain seperti Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep atau Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akan diupayakan menjadi penggantinya.

Saat ini, perlawanan Jokowi terlihat melalui pergerakan PSI yang aktif merekrut tokoh-tokoh besar dari partai lain seperti Ahmad Ali hingga Rusdi Masse dari Partai NasDem. Dari langkah itu, PSI akan menaruh ancaman bagi partai lain dan setidaknya menjadi nilai tawar kepada Prabowo.

Langkah lainnya, Jokowi kemungkinan akan menggunakan skema lama dalam mengembalikan nama Gibran, yakni dengan "penagihan balas budi" kepada Prabowo yang telah dibantu pada saat pilpres 2024 lalu.

"Atau akan juga merapat ke Pak Prabowo dengan tetap menjual budi baiknya di 2024 kemarin gitu," terangnya. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic