Sistem Zonasi Akan Diterapkan di Candi Borobudur Agar Tidak Mengganggu Kegiatan Spiritual

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Rencana penerapan sistem zonasi di Candi Borobudur dilakukan agar kepentingan konservasi, komersial, spiritual dan edukasi lebih tertata lagi. Penerapan sistem tersebut akan dilakukan oleh pengelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC).

Menurut Edy Setijono, Direktur utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko penerapan zonasi ini dilakukan agar semua kegiatan dan kepentingan tertata dengan baik terutama pada jalur yang digunakan.

Zonasi atau pemisahan ini akan diterapkan mulai tahun 2023 pada jalur yang digunakan oleh pengunjung. Hal ini agar tidak ada tabrakan antara para pengunjung ataupun dengan penggunaan situs sebagai tempat ibadah atau spiritual.

Foto: Pexels/mike van schoonderwalt

“Mereka punya lokasi masing-masing, misalnya ada kegiatan spiritual maka lokasinya pasti di situ,” kata Edi, Sabtu (7/1) dikutip dari Antara.

Namun, saat ini TWC masih merencanakan dan bekomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terkait. “Kami tetap jadikan ini (Candi Borobudur) untuk fungsi yang ada. Tapi dengan skala prioritas tertentu,” kata Edy.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI Suproyadi menambahkan bahwa penerapan ini perlu diputuskan bersama karena melibatkan beberapa institusi. Sehingga membutuhkan kajian yang mendalam, termasuk dalam hal pemanfaatan dan pelestarian Candi Borobudur.

Sistem zonasi ini dilakukan karena wilayah Candi Borobudur tak hanya untuk kepentingan wisata yang menghadirkan destinasi yang inspiratif, edukatif dan berbudaya. Namun juga digunakan untuk kepentingan spiritual dan beribadah, agar umat yang melakukan ibadah tidak lagi terganggu oleh wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur.

Foto: Pexels/Linda Gschwentner

Selain Candi Borobudur, Candi Prambanan juga tidak lagi dialokasikan untuk pentingan pariwisata saja namun juga untuk ritual keagamaan. PT TWC pun mendukung pemanfaatan Candi Prambanan untuk aktivitas keagamaan.

Salah satu kegiatan keagamaan yang telah dilaksanakan di Candi Borobudur adalah Pabbaja Samanera yang diikuti oleh 500 calon Bhikku dari berbagai negara seperti Rusia, Thailand, Belgia, dan Australia.

Kemudian, perayaan Hari Suci Galungan yang pertama kalinya digelar di Candi Prambanan. Kegiatan spiritual ini untuk memperingati terciptanya alam semesta dan sebagai ucapan syukur dengan melakukan persembahan dan persembahyangan. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you