sport

Skandal Baru Guncang Liga Italia, Dugaan Prostisusi dan Narkoba Terkuak!

Penulis Ahmad Haidir
Apr 22, 2026
Sedikitnya 70 atlet dari berbagai klub top disebut pernah menjadi klien, termasuk nama-nama yang dikaitkan dengan Inter Milan, AC Milan, dan Juventus turut terseret. Foto X Serie A.
Sedikitnya 70 atlet dari berbagai klub top disebut pernah menjadi klien, termasuk nama-nama yang dikaitkan dengan Inter Milan, AC Milan, dan Juventus turut terseret. Foto X Serie A.

Thephrase.id - Liga Italia kembali diguncang perkara besar setelah penyidik di Milan membongkar dugaan jaringan prostitusi berkedok perusahaan penyelenggara acara yang disebut melayani pesta mewah untuk kalangan elite dan menyeret nama sejumlah atlet dari klub-klub besar Serie A.

Menurut laporan ANSA, aparat setempat menangkap empat orang pada awal pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan yang masih terus berkembang dan berpusat pada sebuah perusahaan event di kawasan Milan.

Dalam laporan tersebut, sedikitnya 70 atlet dari berbagai klub top disebut pernah menjadi klien, termasuk nama-nama yang dikaitkan dengan Inter Milan, AC Milan, dan Juventus, meski identitas mereka tidak dibuka ke publik.

Meski demikian, tidak ada pemain yang sedang diselidiki ataupun didakwa dalam perkara tersebut karena hukum Italia tidak menganggap prostitusi sukarela sebagai tindak pidana. Sementara pelanggaran justru berada pada pihak yang mengatur, mengambil keuntungan, dan mengeksploitasi layanan itu.

Media Italia, Tuttosport, menyebut rangkaian acara berlangsung di Milan serta pulau Mykonos, dengan dugaan penggunaan nitrous oxide atau gas tertawa yang dikenal sulit terdeteksi dalam tes antidoping.

Paket pesta tersebut diklaim dijual sebagai layanan all inclusive yang mencakup hiburan malam di kota, hotel mewah, serta layanan khusus setelah pertandingan untuk tamu yang datang.

Polisi sejauh ini telah menyita lebih dari 1,2 juta euro atau sekitar Rp22,3 miliar sebagai dugaan keuntungan ilegal, sementara proses penyidikan disebut masih terus berjalan dan membuka kemungkinan temuan baru.

Kantor jaksa Milan juga mendalami dugaan bahwa operasi ini telah berjalan sejak 2019 dan tetap aktif saat masa lockdown pandemi COVID-19, termasuk mempertahankan aktivitas klub malam ilegal ketika pembatasan sedang diberlakukan.

Operasi itu disebut dijalankan pasangan Emanuele Buttini dan Deborah Ronchi dari wilayah Cinisello Balsamo, yang diduga mengatur pesta di hotel premium dan klub malam di Italia maupun Mykonos.

Penyidik menduga lebih dari 100 perempuan dari berbagai negara menjadi korban dalam skema tersebut karena diwajibkan tinggal di markas perusahaan, membayar tempat tinggal sendiri, dan menyerahkan separuh penghasilan kepada pengelola.

Dalam penyadapan yang bocor ke publik, aparat juga menemukan percakapan negosiasi yang melibatkan seorang perempuan asal Brasil, sementara penyidik terus menelusuri hubungan antara para tersangka dengan klien-klien mereka.

Menurut La Gazzetta dello Sport, para atlet diduga memilih menggunakan gas tertawa karena memberikan efek euforia ringan namun tidak meninggalkan jejak dalam tubuh sehingga sulit terdeteksi dalam pemeriksaan.

Empat orang, termasuk Buttini dan Ronchi serta dua rekan mereka, kini menjalani tahanan rumah dan akan menghadapi tuduhan penyediaan layanan seksual serta pencucian uang.

Keterlibatan para atlet disebut mulai terungkap setelah polisi menganalisis akun Instagram milik agensi tersebut yang diikuti sejumlah pemain, disusul temuan transfer bank dari figur terkenal yang juga mencakup pebisnis besar hingga pembalap Formula 1.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic