
ThePhrase.id - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku marah atas pernyataan seorang alumni penerima beasiswa LPDP di Inggris, Dwi Sasetyaningtyas yang menyatakan cukup dirinya yang menjadi warga negara Indonesia (WNI), namun tidak untuk anak-anaknya.
Mahfud menilai, seharusnya Dwi tidak mengutarakan sesuatu yang akan menyakitkan banyak pihak. Terlebih, dirinya merupakan salah satu dari sekian WNI yang menerima berbagai manfaat dari Indonesia, yang juga bersumber dari pajak rakyat.
“Saya marah, orang merasa tidak suka kepada Indonesia padahal dia sendiri itu mendapat kenikmatan sekolah karena Indonesia, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah, begitu menyakitkan bagi kita,” ujar Mahfud dalam siniar Terus Terang Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official yang diunggah pada Selasa (24/2).
Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan prinsip yang sering ia nyatakan, yakni “jangan pernah lelah mencintai Indonesia”.
Mahfud mengungkapkan kritik yang muncul, termasuk dari Dwi, memang tidak bisa dilepaskan dari bentuk kekecewaan terhadap kondisi di dalam negeri.
Mahfud kemudian menyinggung fenomena “kabur aja dulu” yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Menurutnya, ungkapan tersebut memiliki semangat yang sama dengan kasus Dwi, yakni tidak terlayani dengan baik sebagai warga negara.
“Kalau negaranya kayak gini, kabur aja dulu, kan mirip sebenarnya semangatnya,” kata dia.
Mantan Menko Polhukam itu mengingatkan bahwa kesetiaan dan rasa cinta seseorang kepada republik, perlahan akan luntur dan menghilang apabila negara tidak mampu mengayomi serta memfasilitasi rakyatnya untuk menikmati hak-hak hidupnya secara wajar.
Mahfud menuturkan bahwa dirinya menyukai anak muda seperti Dwi, yang berani mengkritik pemerintah di tengah redupnya suara-suara yang menginginkan perbaikan bangsa ke depan.
Walaupun memahami latar belakang kekecewaan Dwi, Mahfud tetap menegaskan bahwa yang seharusnya menjadi sasaran kritik adalah pemerintah, bukan negaranya,
“Saya paham bahwa apa yang Anda (Dwi) katakan itu karena fakta yang sering mengecewakan di tempat kita ini, tapi cintailah negeri ini. Saya suka Dwi Tias ini berbicara begitu (kritik), tetapi jangan sampai menghina negara,” tandasnya. (Rangga)