Son Heung Min, Pemain Asia Terbaik dan Termahal Sepanjang Sejarah

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Son Heung Min yang sering akrab disapa Sonny merupakan pesepakbola profesional asal Korea Selatan yang bermain sebagai pemain sayap untuk klub Tottenham Hotspur sekaligus juga menjadi kapten bagi tim nasional sepak bola Korea Selatan.

Foto: instagram.com/hm_son7

Dirinya kini telah dinobatkan sebagai salah satu pemain Asia terbaik sepanjang masa dengan kecepatan, ketepatan, dan kemampuannya untuk bermain dengan sempurna.

Bergabung Tim Profesional dari Remaja

Pria kelahiran 8 Juli 1992 ini telah bergabung dengan tim profesional sejak ia berumur 16 tahun. Ia pindah ke Jerman untuk bergabung dengan Hamburger SV, awalnya pada program pertukaran federasi Korea, kemudian menjadi pemain permanen. Ia bertekad untuk tidak menyia-nyiakan tugas pertama yang sangat penting di Eropa.

Seorang pecandu kerja dalam segala hal, dia memperlakukan setiap hari di fasilitas pemuda HSV di Ochsenzoll sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berkembang. Bersama klub itu ia debut di Bundesliga pada tahun 2010.  Bermain sangat baik, dirinya kemudian pindah ke Bayer Leverkusen dengan kontrak bayaran €10 juta.

Foto: instagram.com/hm_son7

Tinggal di negara orang tentunya mengharuskan Son untuk belajar bahasa baru. Di sela-sela latihan sebagai pemain bola, ia mendapat pelajaran harian dari Berlitz School tutor. Namun, dirinya mengaku bahwa ia dapat meningkatkan keterampilan linguistiknya dengan menonton acara televisi, termasuk kartun SpongeBob SquarePants.

Wujudkan Mimpi untuk Bermain di Premier League

Kemudian pada tahun 2015, ia berhasil bergabung dengan klub Tottenham Hotspur dengan kontrak  £22 Juta, menjadikannya sebagai pemain Asia dengan bayaran termahal sepanjang sejarah. Dirinya mengakui bahwa bermain di Premier League merupakan mimpi baginya dan ia sangat bangga bisa bergabung dengan klub tersebut.

Setelah bergabung Son dilaporkan mengalami kesulitan di musim pertamanya. Ia hanya menjadi starter dalam 13 pertandingan dan hanya berhasil mencetak empat gol. Melansir World Soccer, ia cukup frustasi dengan hasil tersebut dan mempertimbankan untuk berhenti. Namun, sang pelatih Mauricio Pochettino membujuknya untuk tidak menyerah.

Foto: instagram.com/hm_son7

Setelah itu, ia ditempatkan sebagai pemain starter 31 kali dan mencetak 21 gol. Son menjadi pilihan pemain otomatis dan mengukir gelarnya sendiri sebagai salah satu penyerang paling baik dalam laga tersebut.

Inti dari performa Son adalah kerjasamanya dengan Harry Kane. Di era Premier League, belum ada duet yang mampu mencetak gol lebih sering dalam satu musim. Rekor sebelumnya 13 gol, dipegang oleh Chris Sutton dan Alan Shearer untuk Blackburn Rovers pada 1994-1995 dan disamai hanya 16 pertandingan.

Mereka berhasil mencetak total 32 kombinasi gol, lebih sedikit dari rekor sepanjang masa yang dipegang oleh Frank Lampard dan Didier Drogba.

Pada tahun 2020, Nielsen Fan Insights mengungkapkan bahwa, berkat Son, 21% warga Korea Selatan menganggap Spurs sebagai tim luar negeri favorit mereka. Itu setara dengan 11 juta orang, lebih banyak penggemar daripada yang dimiliki Tottenham di Inggris.

Foto: instagram.com/hm_son7

Kenaikan popularitasnya dengan Spurs telah membuat ketenarannya meroket di Korea Selatan. Bar dinamai dengan namanya, papan reklame membawa citranya dan ratusan warga Korea berduyun-duyun ke stadion Tottenham Hotspur setiap pertandingan untuk menonton pahlawan mereka.

Ia juga disebut sebagai salah satu harta Korea Selatan bersama dengan sutradara film, Bong Joon Ho, gamer professional, Faker, atlet seluncur es, Kim Yuna, dan Boyband ternama, BTS.

Baca juga: Brasil, Swiss, Portugal, dan Korea Selatan Dapat Tiket ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
Tim Nasional Korea Selatan

Son pertama kali bergabung dalam tim nasional Korea Selatan di tahun 2009 untuk bermain di FIFA Under-17 World Cup. Pada Desember 2010, Son melakukan debut internasionalnya untuk tim senior Korea Selatan dalam pertandingan persahabatan melawan Suriah.

Dia kemudian terpilih untuk Piala Asia 2011 di Qatar, mencetak gol internasional pertamanya melawan India di babak grup. Korea Selatan melaju hingga semifinal sebelum kalah dari Jepang melalui adu penalti.

Foto: instagram.com/hm_son7

Son Heung Min kemudian bermain di Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun, Korea Selatan tersingkir di babak grup meski Son mencetak gol dalam kekalahan 2-4 dari Aljazair.

Pada 2015 Korea Selatan melaju hingga final Piala Asia, kalah tipis dari tuan rumah Australia. Bersama Tim Cahill, Son masuk dalam Tim Turnamen setelah mencetak tiga gol, termasuk satu gol di final.

Dia kemudian berpartisipasi dalam acara sepak bola Olimpiade Musim Panas 2016, mencetak gol saat Korea Selatan bermain imbang 3-3 dengan Jerman saat mereka melaju dari babak penyisihan grup. Mereka kemudian disingkirkan oleh Honduras 1-0 di perempat final.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Son mencetak gol melawan Meksiko dan Jerman tetapi Korea Selatan hanya berada di peringkat ketiga di grup mereka, dan karena itu gagal lolos.

Foto: instagram.com/hm_son7

Kemudian padai Asian Games 2018 ia bermain sebagai Kapten dari timnas dengan Korea Selatan mengalahkan Iran, Uzbekistan dan Vietnam di babak sistem gugur sebelum mengalahkan Jepang 2-1 setelah perpanjangan waktu untuk merebut emas.

Saat ini Son Heung Min tengah bermain sebagai Kapten Tim Nasional Korea Selatan dalam ajang Piala Dunia Qatar 2022. Dalam ajang tersebut, Son terpaksa harus menggunakan topeng pelindung setelah menjalani operasi untuk cedera yang ia alami dalam laga Champions League hanya beberapa minggu sebelum laga Piala Dunia.

Timnas Korea Selatan sendiri telah berhasil masuk ke babak 16 besar setelah menang melawan Portugal dengan skor 2-1. Sayangnya selama laga ini, Son Heung Min belum menyumbangkan gol.

[nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you