lifestyle

Stack Dating: Tren Kencan Gen Z yang Efektif dan Minim Tekanan

Penulis Ashila Syifaa
Feb 22, 2026
Ilustrasi kencan yang kasual. (Foto: Freepik.com)
Ilustrasi kencan yang kasual. (Foto: Freepik.com)

ThePhrase.id - Dewasa ini, hari-hari Gen Z dipenuhi tekanan dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga urusan sosial. Di tengah kesibukan tersebut, Gen Z juga kerap dituntut untuk menemukan pasangan yang nantinya akan menjadi pasangan seumur hidup. Dari situ muncul tren stack dating, yakni gaya kencan Gen Z yang efektif dan produktif.

Apa itu Stack Dating?

Stack dating adalah metode berkencan dengan menjadwalkan beberapa kencan dalam satu minggu yang sama, bahkan ada yang melakukannya dalam satu hari sekaligus. Cara ini dianggap lebih efektif untuk menemukan pasangan yang cocok, dibandingkan dengan menunggu seseorang datang atau meluangkan waktu untuk berkencan hanya dengan satu orang saja.

Seperti diketahui, sebagian besar Gen Z dituntut untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan personal, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Mulai dari menyelesaikan tumpukan pekerjaan, mempertahankan pertemanan, berolahraga, membaca buku, bertemu keluarga, hingga menonton serial favorit di Netflix.

Selain itu, masih ada tuntutan untuk meluangkan waktu untuk berkencan. Maka bukan sebuah kejutan jika Gen Z cenderung memilih konsep stack dating.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan waktu yang terbatas untuk bertemu orang baru. Meski memadatkan beberapa kencan dalam satu minggu atau bahkan satu hari, hal ini bukan berarti kencan-kencan tersebut dilakukan tanpa ketulusan.

Bahkan beberapa menilai bahwa cara kencan seperti ini lebih autentik dibandingkan dengan merencanakan kencan yang lebih serius, misalnya ke kafe atau restoran yang memerlukan upaya yang lebih untuk dandan dan tampil sempurna.

Bagi Gen Z, stack dating merupakan cara untuk bertemu orang baru secara kasual seperti bertemu teman di sela-sela istirahat kantor untuk makan siang, atau di pagi hari untuk membeli kopi sebelum memulai kerja. 

Stack dating menjadi cara yang sederhana untuk membangun relasi dan komunikasi dengan orang baru, meski pada akhirnya orang yang ditemui belum tentu sesuai dengan kriteria untuk dijadikan pasangan.

Menurut Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog yang berbasis di New York, gaya kencan ini dapat mengurangi tekanan. Ketika seseorang tidak memusatkan seluruh perhatiannya pada satu orang saja, ia akan lebih mudah dan realistis dalam melihat ke mana hubungan tersebut akan berkembang.

Dari pertemuan yang singkat dan lebih bermakna, seseorang sudah dapat menilai apakah orang tersebut sesuai dengan kriteria atau tidak. Dari banyak orang yang dijumpai dalam kencan ini, Gen Z dapat lebih fleksibel untuk menemukan pasangan. Setelah bertemu dengan orang yang cocok, mereka dapat mulai ke jenjang yang lebih serius dan meninggalkan stack dating

Sehingga, stack dating merupakan salah satu cara berkencan yang minim tekanan, di mana Gen Z dapat tetap menjalin hubungan yang bermakna, tetapi masih menghargai rutinitas sehari-hari, kesejahteraan, dan prioritas masing-masing. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic