
ThePhrase.id – Stasiun Kereta Api Jatake di Kabupaten Tangerang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Banten Andra Soni pada Rabu (28/1). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem angkutan massal nasional yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake sekaligus menandai hadirnya simpul baru perkeretaapian perkotaan di Kabupaten Tangerang.
Acara peresmian turut dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, manajemen KAI Group, serta perwakilan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) sebagai mitra pengembangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pembangunan sektor transportasi saat ini tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan ekosistem mobilitas yang terhubung dan efisien. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan sektor swasta menjadi kunci agar transportasi massal dapat berkembang seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa kehadiran Stasiun Jatake diharapkan mampu meningkatkan konektivitas regional sekaligus memperkuat posisi kawasan BSD sebagai wilayah berbasis Transit Oriented Development (TOD). Ia menilai pengembangan perkeretaapian memiliki dampak langsung terhadap pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Stasiun Jatake memiliki luas bangunan mencapai 3.198 meter persegi dan dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Stasiun ini didukung layanan Commuter Line dengan selang waktu keberangkatan atau headway 5–10 menit.
Selain itu, Stasiun Jatake juga dilengkapi dengan fasilitas parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan guna menunjang mobilitas masyarakat sekitar. Tingginya kebutuhan transportasi di Kabupaten Tangerang tercermin dari jumlah pengguna Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencapai 77,55 juta penumpang sepanjang 2025.
KAI bersama Kementerian Perhubungan berharap pengoperasian Stasiun Jatake dapat mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik serta menjadi model kolaborasi lintas sektor yang dapat diterapkan dalam pengembangan perkeretaapian nasional ke depan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan KAI untuk memperluas jaringan perkeretaapian hingga wilayah selatan Banten, termasuk rencana pengaktifan kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan guna membuka akses menuju kawasan pariwisata dan pusat-pusat ekonomi baru.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan nasional penguatan transportasi massal berbasis integrasi kawasan. [Syifaa]