
ThePhrase.id - Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, diproyeksikan akan mulai melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) pada akhir 2027.
Pengembangan fasilitas stasiun tersebut tengah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan konektivitas transportasi kereta api di Jakarta.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan mengatakan pengembangan Stasiun Manggarai berkaitan dengan proyek pembangunan jalur dwiganda atau Double-Double Track (DDT).
“Kita sekarang lagi menangani yang stasiun Manggarai ya. Itu salah satu support untuk DDT juga. Nanti kereta api jarak jauh bisa dilayani naik turun di sana (Stasiun Manggarai),” ujar Denny dalam media briefing di Jakarta, Senin (26/10) dilansir detikfinance.
Menurut Denny, pembangunan fasilitas Stasiun Manggarai telah menyelesaikan tahap pertama dan akan dilanjutkan ke tahap kedua. Pekerjaan berikutnya meliputi pembangunan fasilitas naik-turun penumpang kereta jarak jauh, sejumlah jembatan, serta jalur kereta api.
“Saat ini kita fase 1 sudah selesai dan fase 2 akan kita jalan dan rencananya target tahun 2027 selesai, akhir 2027,” jelasnya.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari rencana menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral yang mengintegrasikan berbagai layanan kereta api, mulai dari KRL, kereta bandara, hingga kereta jarak jauh.
Rencana ini juga berkaitan dengan penataan layanan kereta jarak jauh di Jakarta, yang selama ini terpusat di Stasiun Gambir.
Di sisi lain, pemerintah masih membahas kelanjutan proyek DDT bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), khususnya mengenai ruang lingkup pekerjaan.
Dengan pengembangan ini, Manggarai diharapkan mampu menjadi simpul transportasi yang semakin terintegrasi serta mendukung kelancaran perjalanan penumpang kereta api di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (Rangga)