Sukses Sebagai Komika, Aktor, hingga Sutradara, Ini Sosok Inspiratif Ernest Prakasa

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Mengawali kariernya dalam industri musik tetapi bukan sebagai penyanyi, Ernest Prakasa banting setir ke industri hiburan sebagai komika dan merambah sebagai aktor hingga sutradara yang telah menggarap sederet film populer.

Film teranyar yang ia bintangi adalah sebuah sekuel dari Cek Toko Sebelah (2016) yang berjudul Cek Toko Sebelah 2 (2022). Dalam film ini, Ernest kembali berperan sebagai pemeran utama dan sekaligus sutradara.

Cek Toko Sebelah (2016) dibuat sekuelnya karena sukses luar biasa. Film ini berhasil menempati peringkat ke-22 dalam daftar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa dengan penonton sebanyak 2.642.957.

Poster Cek Toko Sebelah 2. (Foto: Instagram/ernestprakasa)

Film ini bukanlah film garapan Ernest satu-satunya yang masuk dalam daftar tersebut. Dua film lain yang ia garap juga masuk daftar ini, yaitu Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019) yang berhasil menempati posisi ke-21 dengan jumlah penonton 2.662.356, dan Susah Sinyal (2017) yang berhasil menempati posisi ke-35 dengan 2.172.512 penonton.

Awali karier di industri musik

Tak disangka, sutradara terkenal ini memulai kariernya pada industri musik, tetapi bukan sebagai penyanyi. Pertama-tama, Ernest bekerja di stasiun radio, kemudian pada Januari 2001 ia beralih menjadi pengarah musik, tetapi masih dalam stasion radio.

Sampai dengan tahun 2005, ia masih menggeluti pekerjaan tersebut di radio Paramuda Bandung. Hingga akhirnya di kuartal ketiga pada tahun yang sama, ia memulai pekerjaan baru sebagai asisten manajer di perusahaan Sony BMG Indonesia hingga tahun 2008.

Ernest Prakasa. (Foto: Instagram/ernestprakasa)

Di awal tahun 2008, ia menjabat sebagai manajer pemasaran di perusahaan Dr. M hingga akhir tahun 2011, di mana ia memulai peruntungannya di industri hiburan sebagai komika.

Banting setir jadi komika

Ernest pertama kali mencoba peruntungannya pada Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim pertama yang tayang di Kompas TV pada tahun 2011. Tak disangka, ia berhasil lolos audisi dan masuk sebagai satu dari 13 finalis dari seluruh Indonesia.

Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 29 Januari 1982 ini masuk sebagai tiga besar dan keluar sebagai juara ketiga pada SUCI musim pertama ini.

Mengetahui bakatnya, ia kemudian lebih fokus menggeluti profesi stand up comedian. Ia juga mendirikan sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia yang bernama Stand Up Indo bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman, dan Ryan Adriandhy.

Ernest Prakasa. (Foto: Instagram/ernestprakasa)

Di tahun 2012, ia melakukan tur komedi tunggal yang bertajuk “Merem Melek” di sebelas kota di Indonesia. Dengan tur ini, ia menjadi pelawak tunggal pertama yang melakukan tur komedi tunggal.

Kariernya sebagai komika semakin melejit.. Di bulan November 2013, ia kembali melakukan tur yang menjelajahi 17 kota dan ditutup di Gedung Kesenian Jakarta pada awal 2014. Penutupan tur keduanya ini meraih rekor sebagai tur komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Karier akting dan sutradara

Dua tahun setelah banting setir menjadi komika, Ernest mulai merambah sebagai seorang aktor. Film pertama yang ia bintangi adalah Make Money (2013). Kemudian ia makin dikenal melalui film kedua yang dibintanginya yaitu Comic 8 (2014).

Ernest Prakasa. (Foto: Instagram/ernestprakasa)

Hingga 2015, ia terus membintangi berbagai film seperti Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014), CJR the Movie (2015), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), dan Ngenest (2015). Film yang terakhir ini juga menjadi film debutnya sebagai sutradara.

Ia juga membintangi film seperti Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016), Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016), Rudy Habibie (2016), Sabtu Bersama Bapak (2016), Koala Kumal (2016), Cek Toko Sebelah (2016), Stip & Pensil (2017), Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017), dan The Underdogs (2017).

Sejak tahun 2017, ia mulai lebih fokus menjadi sutradara, meskipun masih membintangi film yang ia sutradarai. Beberapa di antaranya Susah Sinyal (2017), Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018), Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019), Teka-teki Tika (2021), dan Cek Toko Sebelah 2 (2022).

Ernest Prakasa. (Foto: Instagram/ernestprakasa)

Ia juga masih membintangi film sebaga aktor tanpa turut menduduki kursi sutradara seperti pada Sesuai Aplikasi (2018), Ghost Writer (2019), Pelukis Hantu (2020), Gara-Gara Warisan (2022), dan Ghost Writer 2 (2022).

Kendati demikian, Ernest mengatakan lebih enjoy menjalani karier sebagai sutradara dan tidak terlalu ingin mengejar passion di depan layar lagi. Ia juga perlahan mulai mengurangi tampil di depan layar.

“Makin ke sini grafik kehadiran saya di film turun terus dari film ke film. Cuma kalau apakah setelah ini pensiun, terlalu ekstrem. Tapi memang tidak ada keinginan menekuni karier di depan layar,” ujar Ernest. [rk]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you