
ThePhrase.id - Belakangan ini, Miranda Kerr mencuri perhatian lewat pola makan yang cukup tidak biasa. Supermodel asal Australia tersebut mengungkap kesehariannya dalam podcast ‘Let's Be Honest with Kristin Cavallari’, termasuk kebiasaan sarapan dengan daging rusa dan bison hingga menghindari telur, produk susu, gandum, dan sushi.
Pola makan tersebut bukan semata-mata untuk menjaga bentuk tubuh. Miranda mengatakan kebiasaannya berubah setelah mengalami masalah pencernaan (IBS/irritable bowel syndrome) selama sekitar enam tahun. Pengalaman itu membuatnya semakin memahami hubungan antara makanan dan kondisi tubuh.
“Aku suka makanan, tetapi ketika aku sakit, aku harus belajar lebih banyak bahwa makanan adalah obat,” ujar Miranda. Ia kini lebih mengutamakan makanan yang menurutnya dapat memberikan energi dan membuat tubuh terasa sehat dibandingkan sekadar mengejar penampilan.
Rutinitas pagi Miranda dimulai dengan sekitar 30 mililiter jus noni, yang telah dikonsumsinya sejak berusia 13 tahun. Setelah itu, ia minum teh marshmallow, yogurt kelapa dengan sedikit madu dan pisang, sebelum menikmati kopi dengan susu kelapa dan sirup maple.
Sarapan utamanya pun cukup berbeda. Miranda tidak makan telur dan memilih sumber protein seperti daging rusa, bison, domba, dan kalkun. Ia juga lebih memilih daging yang menurutnya tidak diproduksi secara massal.

Untuk sumber karbohidrat, Miranda mengandalkan sayuran seperti labu, wortel, dan parsnip. Ia juga hanya menggunakan minyak kelapa atau minyak alpukat untuk memasak, sementara minyak zaitun digunakan untuk salad.
Selain telur, Miranda menghindari produk susu dan gandum. Ia masih mengonsumsi sedikit salmon, tetapi membatasinya karena khawatir terhadap kandungan merkuri.
Miranda juga sudah tidak makan sushi karena khawatir dengan parasit. Padahal, sushi pernah menjadi salah satu makanan favoritnya ketika tinggal di New York. Kini, ia memilih kaviar sebagai salah satu makanan laut yang masih dikonsumsinya.
Meski menarik, pola makan Miranda tidak bisa dijadikan patokan bagi semua penderita IBS.
Melansir Women's Health Magazine, ahli diet sekaligus spesialis IBS Kirsten Jackson menjelaskan bahwa penderita IBS tidak selalu harus menghindari gandum atau produk susu. Pada sebagian orang, masalahnya bisa berasal dari komponen tertentu seperti fruktan dalam gandum atau laktosa dalam produk susu.
Menurut Jackson, menghilangkan terlalu banyak kelompok makanan tanpa mengetahui pemicunya justru dapat membuat pola makan terlalu terbatas dan mengurangi keberagaman nutrisi.
Diet rendah FODMAP memang dapat digunakan untuk membantu mengenali makanan pemicu IBS, tetapi sebaiknya dilakukan dengan pendampingan dokter atau ahli diet. Diet tersebut juga tidak dimaksudkan untuk dijalani secara ketat dalam jangka panjang. Setelah pemicu diketahui, makanan yang masih dapat ditoleransi biasanya diperkenalkan kembali secara bertahap.
Pada akhirnya, pola makan Miranda merupakan pilihan personal setelah bertahun-tahun menghadapi masalah pencernaan. Daging rusa, jus noni, hingga menghindari telur dan sushi memang terdengar unik, tetapi bukan berarti semua pantangan tersebut perlu diikuti untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
Bagi Miranda, tujuan utamanya kini bukan sekadar terlihat bugar, melainkan memiliki energi dan vitalitas untuk menjalani hidup dalam jangka panjang. [nadira]