
ThePhrase.id - Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap kinerja Kang Dedi Mulyadi (KDM), selama satu tahun menjabat sebagai gubernur mencapai 95,5 persen.
“Kurang lebih 95,5 persen warga Jawa Barat yang mengatakan sangat puas, atau cukup puas dengan hasil kinerja Gubernur Dedi Mulyadi, (survei) di bulan Januari hingga awal Februari 2026,” ujar Peneliti Utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia (indikatorcoid) di Bandung, Senin (16/2).
Lebih rinci, dari 95,5 persen respons positif itu, sebanyak 35,8 persen menyatakan sangat puas dan 59,7 persen cukup puas. Sementara itu, 4 persen responden merasa kurang puas, namun tidak ada satu pun yang mengaku tidak puas sama sekali.
Survei yang digelar sejak 30 Januari hingga 8 Februari 2026 itu mencatatkan kenaikan approval rating KDM setelah sebelumnya berada di angka 94,7% pada survei sebelumnya, yakni Mei 2025.

Burhanuddin mengatakan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KDM karena akan sulit untuk mempertahankan atau meraih tingkat kepuasan yang lebih tinggi, sebagaimana angka yang diterima saat ini terbilang sangat tingi.
“Tentu baseline yang terlalu tinggi, mempertahankan saja sudah bagus, karena di banyak tempat tentu tidak mudah untuk mendapatkan approval rating setinggi ini. Kita punya pengalaman banyak kepala daerah yang approval rating-nya di bawah 50 persen, ini (KDM) di atas 95 persen,” jelas Burhanuddin.
“Jadi, sangat tinggi dan kita bisa cek di situ yang mengatakan ‘tidak puas sama sekali’ enggak ada, tapi ada yang mengatakan kurang puas itu 4 persen,” lanjutnya.
Menurut Burhanuddin, tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja KDM, khususnya di wilayah yang ia pimpin, menjadi gambaran bagaimana nama Gubernur Jawa Barat tersebut sudah mulai dibicarakan di level nasional.
“Saya kira, beberapa survei termasuk Indikator di bulan November, kita rilis survei nasional, Kang Dedi mulai muncul sebagai salah satu bakal calon pemimpin nasional, karena approval rating-nya tinggi di kalangan warganya sendiri,” tandasnya.
Sebagai informasi, survei Indikator Politik Indonesia dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 800 responden yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah di Provinsi Jawa Barat. Menggunakan metode multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) kurang lebih 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. (Rangga)