politics

Survei Indonesian Public Institute: Prabowo, Gibran, dan Ganjar jadi Tiga Nama Teratas dalam Bursa Capres 2029

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 11, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri), Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (Tengah), dan mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan). (Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia, @setwapres.id, dan @ganjar_pranowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri), Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (Tengah), dan mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan). (Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia, @setwapres.id, dan @ganjar_pranowo)

ThePhrase.id - Hasil survei terbaru yang dirilis Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan nama Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi tiga nama dengan elektabilitas tertinggi dalam bursa calon presiden (capres) menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Peneliti IPI, Abdan Sakura memaparkan bahwa posisi puncak elektabilitas masih ditempati Prabowo dengan capaian 22,3 persen, unggul cukup jauh dibandingkan tokoh lainnya. Gibran menempati posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 12,2 persen, disusul Ganjar yang meraih 9 persen.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di peringkat keempat dengan elektabilitas 8,5 persen. Ia bersaing ketat dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang berada di posisi kelima dengan 7,9 persen, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di urutan keenam dengan 7,8 persen.

Selain itu, Abdan mengatakan bahwa terdapat sejumlah figur baru yang muncul dan mulai diperhitungkan dalam bursa bakal capres 2029, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan sejumlah kepala daerah lainnya.

“Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie berada di urutan ketujuh dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen, disusul Purbaya 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen,” ucap Abdan dalam keterangannya, Senin (9/2) dikutip Antaranews.

Ia menjelaskan bahwa kemunculan wajah-wajah baru tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkontribusi terhadap tingkat elektabilitas mereka meliputi kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, eksposur media, integritas, serta visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan kepada publik.

“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral,” ujar Abdan.

Sementara itu, Abdan menilai rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menunjukkan bahwa tingkat popularitas saja tidak lagi menjadi faktor penentu, seiring pemilih yang kian rasional dan mempertimbangkan konteks.

Sebagai informasi, survei Indonesian Public Institute dilaksanakan pada periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026. Melibatkan 1.241 responden yang berasal dari 35 provinsi di Indonesia dan berada pada rentang usia 17 hingga 65 tahun. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic