sportLiga Inggris

Tak Ada Lagi Time-out Gratis! Sepak Bola Inggris Terapkan Aturan Baru untuk Kiper yang Pura-Pura Cedera

Penulis Ahmad Haidir
Jul 28, 2026
Sepak bola Inggris akan menguji aturan baru mulai musim ini untuk mengurangi praktik time-out taktis yang melibatkan penjaga gawang. Foto X Premier League.
Sepak bola Inggris akan menguji aturan baru mulai musim ini untuk mengurangi praktik time-out taktis yang melibatkan penjaga gawang. Foto X Premier League.

Thephrase.id - Sepak bola Inggris akan menguji aturan baru mulai musim ini untuk mengurangi praktik time-out taktis yang melibatkan penjaga gawang. Suatu cara yang belakangan semakin sering digunakan tim guna menghentikan permainan sekaligus memberi kesempatan pelatih menyampaikan instruksi kepada para pemain.

Uji coba tersebut telah disepakati oleh The Football Association (FA), Premier League, English Football League (EFL), National League, dan Women's Super League setelah memperoleh persetujuan dari International Football Association Board (IFAB). Pertandingan putaran pendahuluan Piala Liga Inggris antara Tranmere Rovers melawan Rochdale pada Sabtu, 25 Juli 2026 menjadi laga pertama yang menerapkannya.

Melansir BBC, melalui aturan baru itu, apabila wasit mempersilakan tim medis masuk ke lapangan untuk menangani penjaga gawang, pelatih hanya memiliki waktu 10 detik untuk menunjuk satu pemain lapangan yang wajib meninggalkan lapangan selama satu menit setelah pertandingan kembali dilanjutkan.

Sementara apabila tidak ada pemain yang ditunjuk dalam batas waktu tersebut maka kapten tim yang harus keluar dari lapangan.

Kebijakan tersebut lahir setelah Pro Ref yang dipimpin kepala perwasitan Howard Webb berdiskusi dengan berbagai kompetisi di Inggris mengenai cara menghentikan praktik yang semakin sering terjadi ketika seorang penjaga gawang meminta perawatan sehingga seluruh pemain berkumpul di area teknis untuk menerima arahan dari pelatih sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Selain menjadi sarana memberikan instruksi kepada pemain, cara tersebut juga kerap digunakan untuk memutus momentum lawan yang sedang mendominasi pertandingan sehingga memunculkan kritik dalam beberapa musim terakhir karena dianggap mengeksploitasi celah dalam peraturan permainan.

Salah satu contoh yang sempat menjadi sorotan terjadi pada November 2025 ketika pelatih Leeds United, Daniel Farke, menuduh penjaga gawang Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura mengalami cedera demi memanfaatkan aturan dan menghentikan jalannya pertandingan.

Sementara itu, IFAB juga mengeluarkan penjelasan mengenai penerapan aturan kesalahan identitas setelah FIFA menggunakannya untuk memberikan kartu kuning kepada Miguel Almiron dari Paraguay dan Breel Embolo dari Swiss karena dianggap melakukan simulasi pada Piala Dunia 2026. Embolo akhirnya menerima kartu merah setelah sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning.

Tak Ada Lagi Time out Gratis  Sepak Bola Inggris Terapkan Aturan Baru untuk Kiper yang Pura Pura Cedera
Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sempat dituduh pura-pura cedera pada musim lalu. Foto Instagram Gianluigi Donnarumma.

Meski IFAB menilai penerapan aturan tersebut mendapatkan respons positif dan akan dimasukkan ke dalam evaluasi menyeluruh terhadap protokol Video Assistant Referee (VAR), badan pembuat regulasi sepak bola dunia itu menegaskan mekanisme tersebut belum dapat diterapkan secara resmi hingga proses kajian selesai dilakukan.

Dalam rapat tahunan IFAB pada Februari 2026, Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, juga menegaskan bahwa menemukan solusi untuk menghentikan praktik time-out taktis penjaga gawang menjadi salah satu prioritas utama, bahkan pada Piala Dunia 2026. Ia telah menginstruksikan para wasit agar mencegah pemain mendatangi area teknis setiap kali pertandingan terhenti.

Sepak bola Inggris memilih mekanisme keluarnya satu pemain lapangan selama satu menit karena dinilai sejalan dengan aturan yang selama ini sudah berlaku bagi pemain selain penjaga gawang, yakni wajib meninggalkan lapangan selama satu menit apabila mendapat perawatan dari tim medis, sehingga diharapkan mampu menjadi efek jera sebelum sebuah tim memanfaatkan celah aturan tersebut.

Aturan baru itu juga memuat sejumlah pengecualian sehingga tim tidak perlu kehilangan satu pemain apabila penjaga gawang tidak memerlukan tim medis dan tidak menyebabkan pertandingan dihentikan, bertabrakan dengan rekan setim, dilanggar lawan sehingga membutuhkan penanganan segera, mengalami pendarahan, atau mengalami cedera serius maupun gegar otak yang mengharuskannya diganti.

Hasil uji coba tersebut akan dievaluasi IFAB sepanjang musim berlangsung untuk menentukan efektivitasnya, dengan kemungkinan aturan tersebut diadopsi secara permanen di seluruh dunia mulai musim 2027-2028 apabila dinilai berhasil menghilangkan praktik time-out taktis yang selama ini menjadi kontroversi.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic