Takdir Kematian Pasti Akan Datang

- Advertisement -spot_img

Kematian, merupakan salah satu takdir Allah yang tidak bisa dihindari oleh seluruh makhluk hidup. Allah ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Tidak ada seorang pun di dunia yang dapat menghindari takdir kematian yang sudah ditentukan oleh Allah ta’ala. Walaupun seseorang berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kematian dengan berbagai macam daya upaya, maka dapat dipastikan tidak akan pernah sanggup untuk menghindarinya.

Baik orang kaya ataupun orang miskin pasti akan mati, nyawa tidak bisa dibeli. Orang yang paling kaya sekalipun, yang pernah hidup di jagad alam raya ini tidak pernah bisa membelinya, karena nyawa memang tidak diperjualbelikan.

Begitu pula dengan orang yang menganggap dirinya paling kuat atau paling berkuasa. Sekuat apapun mereka, tetap tidak akan sanggup melawan takdir Allah yang bernama kematian, seperti Fir’aun atau Hitler.

Di manapun kita bersembunyi untuk menghindarinya pasti kita akan didatangi oleh kematian itu. Berdasarkan dalil Allah ta’ala berfirman :

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh.” (QS. An-Nisa’: 78)

Ilustrasi: Takdir kematian yang tidak diketahui kapan akan datang. (Sumber: Islami.co)

Banyak orang yang berpikiran bahwa hidupnya akan lama, masih ada hari esok, sehingga lalai dan tidak memikirkan takdir kematian yang sudah pasti akan mendatangi dirinya. Padahal, tiap detik yang kita lewati, tiap nafas yang kita hirup, tiap langkah kaki berjalan, sesungguhnya kita sedang melangkah dan mendekat ke arah takdir kematian. Hanya saja, kita tidak pernah tahu di bumi bagian manakah kaki kita akan berhenti melangkah untuk selamanya. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُ

Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. (QS. Luqman: 34)

Sebagai manusia, kita harus berusaha sekuat tenaga melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depan kita. Masa depan yang sesungguhnya bukanlah masa tua di dunia yang dipikirkan banyak orang. Melainkan masa setelah datangnya kematian. Masa depan duniawi sifatnya hanyalah sementara dan sesaat. Allah ta’ala berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (QS. Al-A’la: 16-17)

Oleh karena itu, mari kita lebih bersemangat untuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang lebih kekal sesuai potensi dan kelebihan masing-masing. Bagi yang memiliki potensi di bidang ilmu, gunakan ilmunya untuk menyampaikan kebaikan. Bagi yang memiliki potensi di bidang fisik, gunakan fisiknya untuk melakukan kebaikan. Dan bagi yang memiliki potensi harta, materi dan kekayaan, gunakan hartanya untuk meraih manfaat untuk kehidupan akhirat.

Marilah kita sama-sama memanjakan doa meminta semoga akhir hidup kita menjadi akhir yang baik atau husnul khatimah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ

 “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat.” (HR Ibnu As-Sunni). (Z.Ibrahim)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you