e-biz

Takut Rugi? Ini Dia Tips Aman Bertransaksi COD bagi Penjual

Penulis Firda Ayu
Nov 09, 2023
(Foto: Canva/Creativa Images)
(Foto: Canva/Creativa Images)

ThePhrase.id - Metode pembayaran COD atau Cash on Delivery kini menjadi favorit pengguna e-commerce dengan segala kemudahan yang disuguhkan. Namun, metode pembayaran COD ini bagi penjual dapat membuat rugi dengan berbagai risiko yang ada.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa mayoritas 83,11% lebih suka menggunakan metode pembayaran COD untuk bertransaksi di e-commerce. Metode ini dianggap pembeli lebih praktis agar dapat mengurangi risiko penipuan online. 

Berbeda dengan konsumen, penjual sering kali menghadapi beberapa risiko yang perlu diwaspadai untuk mengantisipasi kemungkinan masalah dan meminimalisasi kerugian yang dihadapi penjual saat mengaktifkan metode pembayaran COD.

Agar terhindar dari kerugian dan masalah yang dihadapi penjual saat COD, simak beberapa tips aman anti rugi bertransaksi COD ala Ninja Xpress dan Oky Andries berikut ini.

Atasi kendala tak terduga dengan melakukan konfirmasi sebelum mengirim barang

Takut Rugi  Ini Dia Tips Aman Bertransaksi COD bagi Penjual
(Foto: Canva/panida wijitpanya)

Salah satu kendala saat melakukan transaksi COD adalah penerima paket tidak ada di rumah, alamat tidak ditemukan, hingga konsumen yang menggunakan alamat palsu. Kendala tersebut dapat sangat merugikan penjual maupun kurir dalam segi biaya, waktu dan tenaga.

Untuk mengantipasi hal tersebut, kamu dapat mengonfirmasi ulang alamat ke pembeli dan jasa pengiriman sebelum mengirimkan barang. Kamu dapat memanfaatkan fitur chat dari e-commerce untuk mengonfirmasi kepada konsumen, chat ini sekaligus dapat dijadikan bukti apabila ada hal merugikan di kemudian hari.

Periksa riwayat pembeli untuk menghindari pembatalan sepihak

Banyak konsumen yang belum memahami prosedur COD yang harus melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum membuka barang. Pada beberapa kasus konsumen menuntut untuk membuka paket sebelum membayar dan menolak menerima pesanan tersebut karena tidak sesuai.

Hal tersebut karena transaksi COD dilakukan tanpa konfirmasi atau bisa juga karena tidak sengaja melakukan pembelian, sehingga pembeli menolak untuk menerima pesanan mereka. Kamu dapat memerika riwayat pembeli sebelum melakukan COD agar dapat lebih mengetahui karakteristik konsumen dan menghindari kerugian yang tidak perlu.

Batasi penggunaan COD untuk daerah tertentu

Takut Rugi  Ini Dia Tips Aman Bertransaksi COD bagi Penjual
(Foto: Canva/sharrocks)

Tips aman bertransaksi COD yang ketiga adalah membatasi penggunaan layanan COD pada beberapa daerah tertentu, terutama pada daerah yang susah aksesnya maupun SDM belum mendukung. Konsumen yang bertransaksi COD kadang merasa ongkir mahal dan memesan produk sekaligus banyak supaya tidak rugi. 

Meski memudahkan konsumen, hal ini dapat meningkatkan risiko produk tidak sampai dan merugikan penjual karena akses yang sulit. Kamu dapat mengecek ongkir pada daerah yang jaraknya jauh sebagai pertimbangan untuk membuka transaksi COD, pembatasan COD pada daerah-daerah tersebut juga dapat kamu lakukan dengan menawarkan opsi pembayaran lain.

Sediakan Dana Cadangan untuk Menjaga Cash Flow

Kamu perlu menyiapkan dana cadangan atau dana darurat karena COD masih dianggap kurang efisien untuk cash flow penjual. Hal ini karena dengan pembayaran COD, penjual baru bisa mendapatkan uangnya setelah paket atau barang sampai di konsumen.

Sebagai tips, kamu dapat menyiapkan dana cadangan sekitar 15% adar tetap dapat memutar dana untuk operasional maupun penjualan. Selain itu, kamu juga dapat memberikan hadiah atau produk gratis kepada konsumen yang membayar dengan metode selain COD untuk menarik konsumen. [fa]

 
Related News
Popular News
 

News Topic