trending

Taman Bendera Pusaka Diresmikan, Gabungkan Tiga Taman di Kebayoran Baru

Penulis Nadira Sekar
Mar 17, 2026
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri Meresmikan Taman Bendera Pusaka (beritajakarta.id/Nugroho Sejati)
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri Meresmikan Taman Bendera Pusaka (beritajakarta.id/Nugroho Sejati)

ThePhrase.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka pada Sabtu (14/3). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi juga memperkenalkan patung Fatmawati Soekarno yang menjadi bagian dari kawasan taman.

Pembangunan taman ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menambah ruang terbuka hijau yang modern, inklusif, dan ramah bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan taman, mulai dari mitra strategis, BUMN, hingga para perencana, arsitek, dan pematung yang berkontribusi menghadirkan ruang publik baru di Jakarta.

Taman seluas 5,6 hektare ini merupakan hasil integrasi dari tiga taman yang sebelumnya berdiri terpisah, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat. Berbagai fasilitas disediakan untuk masyarakat, di antaranya jogging track sepanjang 1,2 kilometer, amfiteater, serta lapangan olahraga multifungsi yang dapat digunakan untuk basket, tenis, dan bulu tangkis. Tersedia pula lapangan padel yang dapat digunakan warga secara gratis melalui sistem pendaftaran.

Di kawasan taman ini juga disediakan enam titik khusus bagi pelaku UMKM untuk berjualan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, patung Fatmawati yang digambarkan sedang menjahit bendera pusaka ditempatkan sebagai simbol penghormatan atas perannya dalam sejarah Indonesia.

Pramono menjelaskan bahwa desain taman terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih yang diwujudkan melalui dua zona berbeda. Zona merah dirancang sebagai area aktif dan dinamis, sementara zona putih menjadi ruang yang lebih tenang dan reflektif. Kedua zona tersebut dihubungkan dengan jalur pedestrian, jembatan penghubung, dan ruang terbuka yang memungkinkan masyarakat beraktivitas dengan nyaman.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan taman tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui kerja sama dengan pihak swasta yang bersumber dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta SP3L. Dengan skema tersebut, pembangunan dapat dilakukan tanpa membebani anggaran daerah.

Taman Bendera Pusaka dibuka selama 24 jam dan dilengkapi sistem CCTV untuk menjaga keamanan pengunjung. Selain fasilitas publik, kawasan ini juga menghadirkan ruang hijau dengan sekitar 285 pohon dari 12 jenis tanaman, termasuk beberapa jenis pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi yang diharapkan dapat mendukung upaya penghijauan di Jakarta. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic