regional

Tangani Banjir Rob dan Abrasi, Pemerintah Percepat Pembangunan Giant Sea Wall Pantura

Penulis Ashila Syifaa
May 06, 2026
Kendaraan bermotor di jalur pantai utara (Pantura) Semarang-Demak yang tergenang banjir rob (limpasan air laut ke daratan), Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan/wpa)
Kendaraan bermotor di jalur pantai utara (Pantura) Semarang-Demak yang tergenang banjir rob (limpasan air laut ke daratan), Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan/wpa)

ThePhrase.id - Pemerintah berencana untuk mempercepat proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa. Sejumlah wilayah di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah menjadi prioritas utama untuk menangani persoalan banjir rob, abrasi, hingga penurunan tanah.

Hal ini disampaikan dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa di Jakarta pada Senin (4/5). Nantinya, proyek pembangunan Giant Sea Wall tersebut akan dimulai pada tahun ini dengan tanggul sepanjang 575 kilometer yang melintasi lima provinsi, mulai dari Banten hingga Jawa Timur.

Rapat koordinasi tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan tanggul laut raksasa di kawasan Pantura Jawa. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyebut kajian proyek di wilayahnya telah rampung dan proses koordinasi dengan pemerintah daerah sudah berjalan sejak beberapa bulan terakhir.

Ia menilai langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, khususnya di wilayah yang paling terdampak. Di Jawa Tengah, daerah yang menjadi prioritas meliputi Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal.

Pemerintah daerah pun diminta segera berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna mendukung kelancaran pembangunan. Selain untuk mengatasi banjir rob, proyek Giant Sea Wall juga diharapkan dapat mendukung penyediaan air bersih melalui pembangunan kolam retensi di kawasan pesisir.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan penanganan Pantura Jawa akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerentanan masing-masing wilayah. Sejumlah daerah seperti Jakarta, Semarang, dan sekitarnya masuk dalam prioritas penanganan awal.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut tidak akan dilakukan secara seragam di seluruh wilayah. Penanganan akan disesuaikan dengan karakteristik daerah, melalui kombinasi infrastruktur fisik, solusi berbasis lingkungan (green solution), hingga pendekatan alami seperti rehabilitasi mangrove.

Sementara itu, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa, Didit Herdiawan, menjelaskan bahwa penanganan Pantura akan dibagi berdasarkan segmentasi wilayah. Untuk Jawa Tengah, salah satu fokus utama berada di kawasan Kendal–Semarang yang telah melalui berbagai kajian teknis, mulai dari penyelidikan tanah hingga pemetaan dasar perairan.

Dengan panjang garis pantai yang mencapai lebih dari 1.100 kilometer, wilayah pesisir Jawa Tengah menjadi kawasan strategis sekaligus rentan terhadap berbagai ancaman seperti abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, hingga kerusakan ekosistem.

Melalui pembangunan Giant Sea Wall yang terintegrasi dengan berbagai pendekatan, pemerintah berharap perlindungan pesisir Pantura Jawa dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic