
ThePhrase.id - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah telah mencoret lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) sepanjang Januari—Maret, atau triwulan pertama 2026 karena diduga menggunakan dana bansos untuk aktivitas judi online (judol).
Sementara pada triwulan kedua 2026, sejak April hingga sekarang, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan ada 75 KPM yang dicoret dengan alasan sama.
“Untuk tahun 2026 ini ada 11 ribu lebih yang kami coret di triwulan pertama, dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret,” ujar Gus Ipul kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5) dikutip Antaranews.
Gus Ipul mengungkapkan, pencoretan dilakukan setelah pemerintah melakukan pemadanan data yang menunjukkan adanya indikasi keterlibatan penerima bansos tersebut dalam praktik judol.
Ia menyebut bahwa jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan temuan pada tahun lalu, yang mencapai sekitar 600 ribu KPM.
“Kesimpulannya adalah bahwa ini sudah ada penurunan yang luar biasa. Dari 600 ribu tinggal 11 ribu. Dan 11 ribu pun itu sudah kita coret di triwulan pertama. Di triwulan kedua ini menyisakan 75 keluarga atau KPM, itu pun sudah kita coret,” paparnya.
Mensos turut menjelaskan bahwa pada tahun lalu, pemerintah sempat memberikan kesempatan kepada sebagian penerima bansos yang sebelumnya dicoret, untuk dapat kembali menerima bantuan. Kebijakan tersebut diberikan setelah dilakukan pemeriksaan lapangan dan penerima dinilai masih layak mendapatkan bantuan.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa penerima bansos yang kembali terlibat dalam aktivitas judol tidak akan lagi diberi toleransi dan akan dicoret secara permanen.
“Tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu, (yang) setelah hasil crosscheck memang mereka sangat membutuhkan. Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulangi lagi, akan kita coret selamanya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas dukungan data yang dinilai membantu pemerintah menyalurkan bansos secara lebih tepat sasaran. (Rangga)