
ThePhrase.id - Pengelola Terminal Lebak Bulus berencana melakukan revitalisasi pada 2027 guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat integrasi transportasi antarmoda.
Rencana tersebut telah masuk dalam tahap penganggaran, meskipun rincian nilai anggaran masih menunggu kepastian. Biaya revitalisasi diperkirakan mencapai Rp6 miliar.
Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi, mengatakan terminal ini memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan moda transportasi massal seperti MRT dan Transjakarta.
"Sebagai terminal lintas, kita sudah bagus, dekat dengan MRT dan Transjakarta, dan rencana juga akan ada konsep bangunan multifungsi (mixed use)," jelasnya melansir Antara News.
Ke depan, pengembangan terminal juga akan mengusung konsep bangunan multifungsi (mixed use) yang diharapkan dapat mendukung aktivitas transportasi sekaligus fungsi komersial.
Menurutnya, revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Sambil menunggu pelaksanaan proyek utama, pihak pengelola juga melakukan berbagai inovasi mandiri untuk menjaga kenyamanan dan kelayakan fasilitas terminal bagi penumpang.
Upaya pembenahan Terminal Lebak Bulus dinilai penting mengingat perannya sebagai salah satu simpul transportasi di Jakarta Selatan. Terminal ini menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi yang melayani perjalanan antarkota antarprovinsi (AKAP), serta terhubung dengan kawasan perkotaan melalui sistem transportasi massal terintegrasi.
Selain itu, dorongan percepatan revitalisasi juga muncul dari berbagai pihak agar fasilitas terminal dapat mengimbangi peningkatan mobilitas masyarakat. Pengembangan kawasan Lebak Bulus sendiri terus dilakukan, termasuk peningkatan fasilitas penunjang seperti area park and ride untuk mendukung integrasi transportasi publik.
Di sisi lain, menjelang Lebaran 2026, pengelola memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 17–18 Maret. Tren kenaikan jumlah penumpang sudah terlihat sejak H-8 hingga H-5 Lebaran, dengan total 903 penumpang telah diberangkatkan dalam kurun waktu empat hari.
Secara rinci, pada 13 Maret (H-8) tercatat 246 penumpang dengan 25 bus, kemudian pada 14 Maret (H-7) sebanyak 251 penumpang dengan 29 bus. Selanjutnya pada 15 Maret (H-6) terdapat 166 penumpang dengan 21 bus, dan pada 16 Maret (H-5) sebanyak 240 penumpang dengan 29 bus.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik. Pengelola terminal pun terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan operator bus guna memastikan kelancaran keberangkatan penumpang. Selain itu, pengecekan kelaikan kendaraan dan kesiapan awak bus juga menjadi perhatian untuk menjaga keselamatan selama periode mudik berlangsung. [Syifaa]