
ThePhrase.id - Serangkaian gempa bumi berkekuatan besar mengguncang sejumlah wilayah di dunia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Gempa terjadi di California AS, Venezuela, dan Jepang dengan dampak kerusakan bangunan hingga laporan korban jiwa.
Peristiwa pertama terjadi di California Utara, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (24/6) pagi pukul 08.10 waktu setempat, atau 22.10 WIB.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah dekat Redwood Valley dengan pusat gempa berada sekitar 11 km di utara kawasan tersebut dan kedalaman 8,9 km.
Guncangan dangkal itu menghasilkan intensitas VI-VII MMI yang berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan rentan serta membuat warga berhamburan keluar rumah.
Sejumlah laporan menyebut gempa ini merupakan yang terkuat di wilayah tersebut sejak 1940. Setelah gempa utama, sedikitnya tiga gempa susulan dengan magnitudo di bawah 2,7 tercatat dalam rentang sekitar satu jam.
Beberapa jam kemudian, wilayah Venezuela diguncang gempa yang jauh lebih besar. Gempa bermagnitudo 7,5 terjadi pada Rabu sore, pukul 18.05 waktu Caracas, Venezuela atau Kamis (25/6) pagi, pukul 05.05 WIB.
USGS mengungkapkan bahwa gempa dahsyat yang mengguncang sebanyak dua kali itu dipicu oleh aktivitas sesar geser. Pertama terjadi pada kedalaman sekitar 21 km, disusul gempa kedua yang lebih kuat dua menit kemudian pada kedalaman sekitar 10 km.
Pusat gempa berada di wilayah Maron, pesisir Karibia, namun getarannya dirasakan hingga Caracas yang berjarak hampir 170 km.
Guncangan dengan intensitas VI-IX MMI memicu kepanikan di berbagai daerah. Rekaman video yang beredar, salah satunya di dalam bandara, memperlihatkan warga berusaha menyelamatkan diri saat bangunan berguncang dan debu menutup jarak pandang.
Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez mengonfirmasi adanya korban jiwa dan menetapkan status darurat.
USGS juga memperkirakan potensi korban tewas berada dalam rentang 10.000 hingga 100.000 orang, sementara petugas penyelamat dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Sekitar 30 menit setelah gempa Venezuela, gempa bermagnitudo awal 6,9 kemudian direvisi menjadi magnitudo 7,2 mengguncang lepas pantai Prefektur Iwate, Jepang sekitar pukul 07.30 waktu setempat.
Gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 51 km dan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik. Guncangan mencapai intensitas VI MMI dan dirasakan hingga Hokkaido, Akita, bahkan Tokyo.
Peristiwa ini sempat menghentikan layanan kereta cepat Shinkansen. Sejumlah penumpang kereta dilaporkan merasakan getaran saat aktivitas pagi berlangsung.
Meski gempa cukup kuat, pemerintah Jepang menyatakan tidak ada peringatan ancaman tsunami. Sejumlah infrastruktur juga dilaporkan tetap beroperasi dalam kondisi normal. (Rangga)