
ThePhrase.id - Dalam waktu yang tidak terlalu lama, umat Islam akan memasuki bulan penuh berkah, “Ramadan Karim”. Bulan yang sangat istimewa dan senantiasa dinanti, di mana selalu ada harapan dan kegembiraan dalam diri setiap umat Islam yang dalam hatinya masih tertanam iman.
Hampir 2 bulan lamanya (selama bulan Rajab dan Sya’ban) di setiap selesai shalat wajib kita tidak pernah melewatkan sebuah doa yg diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan berikutnya:
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.”
Sebuah doa singkat namun penuh makna, yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah harapan dan sekaligus pengingat untuk orang-orang mukmin agar bersegera mempersiapkan diri semaksimal mungkin (lahir maupun batin) menyambut datangnya bulan mulia, bulan yang berlimpah keberkahan, bulan istimewa yang penuh rahmat dan ampunan.
Sedikitnya ada 3 hal pokok yang perlu disiapkan dalam menyongsong dan meraih fadilah bulan suci Ramadan yaitu:
1. Persiapan fisik atau lahiriyah
Persiapan fisik sangat penting agar badan atau tubuh dapat beradaptasi secara perlahan dan bertahap dengan cara melatih diri untuk berpuasa sunnah di bulan-bulan menjelang masuknya bulan Ramadan, misalnya berpuasa sunnah di bulan Rajab dan Sya’ban, atau berpuasa Senin dan Kamis.
Seperti halnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban, sebagaimana disampaikan oleh istri beliau “Aisyah radhiyallahu ‘anhaa:
“Aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan, kecuali Ramadan. Dan aku tidak melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan-bulan yang lain melainkan pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Persiapan mental atau batiniyah
Tidak kalah pentingnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan adalah melakukan persiapan batin atau mental. Persiapan awal yang bisa dilakukan adalah menanamkan rasa suka cita dan kegembiraan dalam hati dan pikiran karena secara psikologis, kondisi perasaan gembira dan suka cita akan menumbuhkan motivasi, dorongan serta perasaan senang dalam melakukan sesuatu. Dan jika motivasi dan perasaan senang itu muncul saat melakukan sesuatu maka dipastikan akan dijalani tanpa beban dan pada akhirnya akan memperoleh hasil yg memuaskan.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada umatnya untuk selalu menghadirkan perasaan gembira saat menjelang datangnya bulan suci Ramadan, karena perasaan gembira dan suasana suka cita dan ikhlas akan diganjar dengan keistimewaan pula.
“Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
3. Persiapan ilmu
Selain persiapan fisik dan mental, maka ilmu tentang puasa juga merupakan faktor penentu berhasilnya kita melewati rangkaian aktivitas ritual ibadah Ramadan. Bagaimana seseorang berpuasa tanpa tahu ilmunya? Seorang Muslim mesti tahu hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa, dia mesti tahu kapan dimulai dan kapan dibatalkannya puasa, keutamaan-keutamaan apa yang ada dalam bulan Ramadan, apa yang harus dilakukan saat berhalangan puasa di bulan Ramadan dan sebagainya.
Maka mutlak bagi umat Islam untuk punya bekal pengetahuan dan pemahaman tentang puasa agar apa yang dikerjakan atas nama puasa Ramadan tidak menjadi sia-sia dan tidak merusak nilai-nilai puasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i)
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang fiqh puasa dapat dilakukan dengan aktif mengkaji atau mendengarkan kajian dalam gelaran majelis-majelis ilmu yang ada agar nantinya tidak menyesal dan merugi karena telah kehilangan peluang dan kesempatan dalam meraih keutamaan Ramadan, karena tidak ada jaminan seseorang akan bertemu Ramadan di tahun berikutnya.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengenai janji Allah tentang keutamaan yang ada di bulan Ramadan:
“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan mubarak (bulan yang diberkahi). Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Saat itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Syaitan-syaitan dibelenggu dan pada bulan itu terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1.000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia benar-benar telah terhalangi.” (HR. Ahmad).
Semoga niat lahir dan batin yang diikhtiarkan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang sebentar lagi akan menjelang, dapat dimaksimalkan dan memanfaatkannya sebaik mungkin demi mencapai esensi Ramadan yaitu derajat muttaqin. (Z. Ibrahim)