trending

Tiket Nonton Konser Tylor Swift Jadi Alasan Keir Starmer Mundur dari PM Inggris?

Penulis M. Hafid
Jun 23, 2026
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer. Foto: Istimewa
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer. Foto: Istimewa

ThePhrase.id - Keir Starmer mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri (PM) Inggris pada Senin (22/6).

Keputusan berat itu diambil setelah Starmer kehilangan popularitas dan dukungan dari partai yang diasuhnya untuk tetap menjadi Kepala Pemerintahan Inggris yang baru diemban tak lebih dari dua tahun setelah memenangkan pemilu pada 2024 lalu.

"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer dengan suara bergetar di depan kediamannya di Downing Street Nomor 10.

Starmer mengaku partainya mempertanyakan apakah ia merupakan sosok terbaik untuk memimpin menuju pemilu berikutnya.

"Saya telah mendengar jawaban dari partai, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada," ujarnya.

Kendati begitu, Starmer menyatakan dirinya tetap menjabat sebagai PM sementara hingga Partai Buruh mendapuk pemimpin baru yang akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

Terdapat sejumlah pemicu mundurnya Starmer, di antaranya desakan mundur yang disuarakan internal partainya usai hasil buruk yang diperoleh pada pemilu di Inggris, Skotlandia, dan Wales pada Mei lalu.

Masalah ekonomi juga menjadi salah satu pemicu pengunduran Starmer. Pasalnya, di tengah lesunya ekonomi, Starmer dan sejumlah pejabatnya menerima hadiah yang cukup fantastis.

Starmer sempat mengembalikan hadiah dan jamuan senilai lebih dari 6.000 pounsterling atau setara Rp161 juta dalam kurun waktu tiga bulan, termasuk tiket nonton konser Taylor Swift.

Pemicu lainnya, Starmer dikritik akan kebijakannya, seperti langkah pembatalan janji investasi hijau, reformasi tunjangan kesejahteraan, hingga mengubah pajak warisan.

Kemudian, munculnya nama Duta Besar UK untuk Amerika Serikat Lord Peter Mandelson dalam berkas Epstein menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Starmer.

Posisi Starmer kian tertekan setelah hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanas akibat penolakan pangkalan UK dijadikan AS untuk meluncurkan serangan terhadap Iran.

Meski Starmer akhirnya membolehkan pangkalannya digunakan AS menyerang Iran, namun hal itu tidak mampu meredam amarah Trump yang sudah memuncak. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic